Medhayoh di Sekar, Pemkab Bojonegoro Serius Tangani Stunting dan Potensi Wisata

Bupati Setyo Wahono Medhayoh
GAYENG : Bupati Setyo Wahono melakukan penanaman pohon bersama, dan berdiskusi dengan mahasiswa KKN Unigoro tentang pengembangan Agrowisata Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, sebelum acara utama Program Medhayoh.(ist/prokopim)

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Medhayoh, telah sampai pada gelaran ke lima. Kali ini mengangkat bahasan masalah kesehatan dan wisata. Medhayoh merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur.

Kata Mendhayoh sendiri adalah akronim. Kependekan dari Medhar Perkoro Supoyo Jadi Nayoh (Mengurai Permasalahan Supaya Jadi Mudah). Bupati Bojonegoro hadir langsung di Desa Bareng, Kecamatan Sekar dalam perhelatan pada Rabu (13/8/2025) kemarin sebagai wujud keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam menangani stunting dan potensi wisata.

Kegiatan diisi dengan dialog interaktif antara pemerintah daerah dan masyarakat, membahas berbagai isu kesehatan dan pengembangan wilayah yang bertujuan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk wisata.

Sebelum acara utama, rangkaian kegiatan pendukung turut digelar, seperti peninjauan Program Gayatri di Desa Klino, penanaman pohon bersama, diskusi mahasiswa KKN Unigoro tentang pengembangan Agrowisata Desa Klino, serta kunjungan ke perkebunan bawang merah di desa setempat.

Bupati Setyo Wahono
MEDHAYOH : Bupati Setyo Wahono saat meninjau Program Gayatri di Kecamatan Sekar.(ist/prokopim)

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten untuk mengkaji pembentukan kota kecamatan di wilayah Sekar. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi wisata dan pertanian yang besar, dengan udara sejuk, lahan subur, serta lokasi yang dekat dengan akses jalan tol.

Baca Juga :   Mudik Medhayoh Bojonegoro, Wisata Puthuk Kreweng Jadi Pilihan Berlibur Keluarga

“Harapannya, Sekar dapat berkembang menjadi kota wisata atau kawasan perkebunan yang menarik banyak pengunjung,” kata Setyo Wahono dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (14/8/2025).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Ninik Susmiati memaparkan, bahwa program prioritas utama di Bojonegoro adalah membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Salah satu program dari pemerintah pusat yaitu MBG (Makan Bergizi Gratis ), akan segera tersedia di Kecamatan Sekar, dengan tujuan utama menekan angka stunting.

Pencegahan stunting dimulai dari hulu, yaitu dari remaja putri, dengan pemberian tablet tambah darah untuk kesiapan kesehatan reproduksinya. Program ini berlanjut pada ibu hamil yang dianjurkan untuk rutin memeriksa kehamilan minimal enam kali.

Setelah bayi lahir, pertumbuhan terus dipantau melalui Posyandu, dengan fokus pada pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan makanan pendamping yang bergizi.

Selain stunting, Tuntas TBC juga menjadi program prioritas. Penularannya yang sangat mudah dan dampaknya yang mengganggu produktivitas menjadi alasan utama program ini digalakkan.

Bupati Setyo Wahono
MEDHAYOH : Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat mengunjungi petani bawang merah di Kecamatan Sekar.(ist/prokopim)

Melalui deteksi dini dan terapi yang tepat, diharapkan penyebaran TBC dapat dicegah. Ninik juga mengingatkan pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini, yang menargetkan 28.000 orang di Kecamatan Sekar.

Baca Juga :   Alumni Michigan State University Percayakan Hangga Pimpin Periode Ketiga

“Saat ini, capaian CKG di Sekar baru sekira 16,91 persen atau 4.700 orang. Maka masyarakat diimbau untuk aktif memanfaatkan layanan ini dengan cara datang ke puskesmas dan cukup membawa KTP,” tutur Ninik Susmiati.

Dialog interaktif menjadi inti dari program Medhayoh. Masyarakat bisa langsung menyampaikan berbagai permasalahan, beberapa aspirasi dan isu yang di sampaikan oleh warga adalah penanganan reboisasi atau penghijauan lingkungan sebagai pencegahan longsor, kebutuhan pupuk subsidi yang masih kurang, pengelolaan dan pengembangan wisata yang lebih baik, hingga masalah irigasi pertanian dan rendahnya harga jual panen singkong.

Forum ini berhasil menjadi jembatan antara pemerintah kabupaten dan warga. Masalah-masalah yang ada dibahas secara langsung, dan diharapkan akan muncul solusi terbaik untuk kemajuan Kecamatan Sekar.(fin/adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait