SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati Field Zona 11 merealisasikan program gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri) di lima desa wilayah operasi di Bojonegoro. Dengan menggunakan dana corporate social responsibility.
Dana corporate social responsibility (CSR) untuk program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan berkontribusi untuk pemberdayaan kepada masyarakat desa ring satu lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Sukowati Field Zona 11 di Bojonegoro.
Kelima desa itu adalah Desa Ngampel dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, serta Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, dan Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Field Manager PEP Sukowati Field, Arif Rahman Hakim mengatakan, PEP Sukowati Field memastikan kehadiran perusahaan berdampak positif terhadap masyarakat sekitar, terutama desa-desa di sekitar area operasi perusahaan atau kawasan ring satu.
“Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengagas Gayatri untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (2/9/2025).
Dia menjelaskan, program ini dilakukan di lima desa di Kabupaten Bojonegoro. Meliputi Desa Ngampel dan Desa Sambiroto di Kecamatan Kapas, Desa Campurejo di Kecamatan Bojonegoro, serta Desa Bondol di Kecamatan Ngambon, dan Desa Sidomukti di Kecamatan Kepohbaru.
Program tersebut memberdayakan potensi ayam petelur di Kabupaten Bojonegoro agar dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan sekaligus sebagai katalisator perekonomian Bojonegoro. Secara umum, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) kami di ring satu perusahaan telah terealisasi.
“Termasuk program Gayatri yang pada saat ini sedang proses pembuatan kandang di lima desa tersebut,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, program tersebut menjadi manifestasi komitmen PEP Sukowati Field terhadap masyarakat sekitar. Dijelaskan program Gayatri menyasar penerima manfaat yang kurang mampu, yakni berdasar data miskin daerah (damisda).
“Program Gayatri merupakan kerja sama kami dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kami verifikasi penerima manfaat dan memastikan calon penerima manfaat benar-benar mampu menjalankan Gayatri,” ungkapnya.
Sementara Kepala Desa Ngampel, Purwanto menyampaikan, Gayatri di Desa Ngampel masih progres, dan belum terealisasi sepenuhnya. Pembuatan kandang ayam petelur baru selesai.
Dia mengatakan, gerakan beternak ayam petelur mandiri anggarannya selain menggunakan alokasi dana desa (ADD) juga dari dana CSR PT Pertamina EP Sukowati Field Zona 11. Untuk ADD seluruh Bojonegoro melalui peraturan bupati (perbup) diwajibkan mengalokasikan 10 persen untuk Gayatri.
Nominalnya kurang lebih Rp99 juta dari ADD. Sedangkan untuk CSR, dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel belum mengetahui, karena langsung direalisasikan di keluarga penerima manfaat (KPM).
“Rinciannya Gayatri Desa Ngampel terdapat 5 KPM dari ADD dan 15 KPM dari CSR,” terangnya.(jk)





