Dugaan Keracunan MBG di SDN Semanding, Dinkes Bojonegoro Ungkap Fakta Mengejutkan

Keracunan MBG.
Kadinkes Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Jawa Timur mengungkap fakta baru gejala kerucanan yang dialami siswa SDN Semanding usai menyantap makan bergizi gratis (MBG). Meski hasil uji mikrobiologi terhadap menu makanan dinyatakan aman, namun ditemukan ada masalah dalam kandungan air yang digunkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati menyampaikan, uji laboratorium kandungan kimia terhadap menu makanan MBG tidak jadi dilakukan, karena sampel dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Campurejo maupun di sekolah sangat sedikit.

“Sampel kemarin terlalu sedikit, baik yang di SPPG maupun yang di sekolah. Kita hanya mendapatkan yang diomprengnya itu. Sehingga sampel tidak jadi kami kirim untuk dilakukan uji kandungan kimianya,” kata Ninik di sela-sela menghadiri peringtan Hari Tani Nasional yang dilaksanakan petani sekolah lapang pertanian (SLP) sekitar lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Dusun Sumurpandan, Desa/Kecamatan Gayam, Selasa (30/9/2025).

Namun, menurut Ninik, dari pemeriksaan mikrobiologi terhadap menu makanan MBG yang dilakukan di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) sudah diketahui hasilnya. Sampel makanan dinyatakan aman, namun ada masalah di kandungan airnya.

Baca Juga :   Polisi Selidiki Keracunan Massal MBG di Bojonegoro

“Kandungan mikrobiologi yang terkandung pada air yang digunakan melebihi batas aman. Sehingga itu dugaan kami yang mungkin menyebabkan mereka diare,” beber mantan Asisten Daerah (Asda) III Setda Bojonegoro ini.

Ninik mengimbau semua SPPG di Kabupaten Bojonegoro menindaklanjuti edaran dari badan gizi nasional (BGN). Yakni wajib memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).

“Selain itu menu MBG yang sudah dihitung dan sudah ditetapkan oleh ahli gizi, itu seharusnya dipatuhi saat menyediakan dan mengolah makanan. Sehingga tidak mengurangi nilai gizi bagi anak sekolah, balita maupun ibu hamil. Kalau itu tidak dipatuhi tujuan untuk menambah gizi anak, ibu hamil dan balita tidak tercapai,” pungkasnya.

Sebanyak tujuh siswa kelas V SDN Semanding, Kecamatan Bojonegoro, pada Rabu, 24 September 2025, mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG. Seperti raut wajah pucat, nyeri perut, mual, pusing, dan sempat jatuh lemas.

Akibatnya, tiga siswa dirawat di Puskesmas Kota Bojonegoro di Kelurahan Banjarjo dan tiga lainnya dibawa di IGD RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. usai menyantap MBG. usai menyantap sajian MBG.

Baca Juga :   Koperasi Merah Putih Merebah di Persimpangan Jalan Desa

“Kejadian sekitar pukul 10.30 Wib, beberapa menit setelah makan MBG,” kata Kepala SDN Semanding, Sulistyowati.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait