SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Magetan – Operator Ladang Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Kesehatan (ISTeK) ICsada Bojonegoro, menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Desa Program Aku Sehat 2025 di ruang pertemuan gedung Putra Nirwana, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang diikuti kader kesehatan desa dari empat desa yaitu, Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, dan Puskesmas Gayam, Bidan Desa, serta Perawat Desa ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat (31/10) dan Sabtu (01/11/2025).
Hadir dalam kegiatan ini, Camat Gayam Palupi Hadi Ratih Dewanti, perangkat desa, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Fokopimcam) Gayam.
Dalam sambutannya, Community Relations EMCL, Joni Wicaksono mengatakan, bahwa Program Aku Sehat mulai berjalan sudah sejak tahun 2017 hingga tahun 2025 ini masih terus eksis di empat desa di wilayah Kecamatan Gayam. Yakni, Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo dan Brabowan.
”Program Aku Sehat telah berjalan 8 tahun. Ini bukan waktu yang singkat, dan tentu banyak hal yang dilalui sepanjang prosesnya. Mulai dari memberikan pemahaman warga dalam pola hidup sehat dan lain sebagainya,” katanya.
”Terima kasih kepada para kader kesehatan desa bersama ISTeK ICsada dan terkait yang selama ini terus semangat bergerak dan berkoordinasi dengan baik dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan ke warga masyarakat,” imbuh Joni Wicaksono yang sekaligus PIC Program Aku Sehat ini.
Dia berharap dukungan dari semua pihak terhadap program tersebut. Karena setiap kegiatan yang dilakukan tak bisa berjalan sendiri tetapi juga harus bersinergi dengan pihak terkait agar dapat berjalan lancar sesuai harapan.
”Semoga program yang diberikan perusahaan ini dapat bermanfaat bagi warga desa sekitar operasi,” tandasnya.
Sementara Camat Gayam, Palupi mengatakan, adanya kegiatan peningkatan kapasitas dari EMCL bekerja sama dengan ISTeK ICsada ini semakin meningkatkan kemampuan dan kualitas para kader kesehatan desa. Selain itu, Palupi juga menegaskan, agar pencegahan stunting di wilayah Gayam terus ditingkatkan. Sehingga stunting bisa cepat berkurang.
”Saya mengapresiasi para kader-kader hebat Kecamatan Gayam. Karena telah rutin melakukan kegiatan posyandu di desa masing-masing. Harapannya kader-kader dari empat desa ini harus lebih baik dari desa yang lain yang tidak didampingi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Manajer Program Aku Sehat, Dhamar Arizhona mengatakan, Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan Aku Sehat merupakan wujud dari komitmen ExxonMobil terhadap lingkungan yang berfokus pada kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak operasi.
”Sasaran wilayah program ini meliputi empat desa yaitu, Desa Mojodelik, Gayam, Bonorejo, dan Brabowan,” katanya.
Dijelaskan, bahwa capaian program tahun 2017–2025, keadaan tidak normal dengan jumlah keseluruhan monitor 36.414 kali. Layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di empat desa mitra sebanyak 1.307 kali. Sebanyak 4.279 warga penerima layanan. Pendampingan rujukan menuju tempat pelayanan kesehatan sebanyak 838 kali.
Partisipasi Tim AKU SEHAT dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebanyak 498 kali, Posyandu Balita: 32.427 kali, Posyandu Remaja: 1.441 kali, Posyandu Lansia: 17.820 kali.
”Untuk Pusat Informasi Kesehatan (PIK), aktif melakukan monitoring dan edukasi,” jelasnya.
Sementara khusus capaian Program Aku Sehat 2025, kata Dhamar, monitoring harian dan PIK siaga 24 Jam. Dengan menangani keluhan masyarakat akibat operasi yang tidak normal atau tidak terencana sebanyak 347 kali. Monitoring keadaan tidak normal dari keseluruhan monitoring lingkungan rutin sebanyak 4.851 kali. Pendampingan rujukan dilakukan sebanyak 59 kali.
”Dan agenda partisipatif dilakukan sebanyak 26 kali,” ucapnya dalam pemaparan capaian program.
Sedangkan untuk Keluarga Binaan (KaBi), memberikan bantuan kesehatan dasar dan edukasi kesehatan kepada 50 keluarga binaan. Penerima bantuan kesehatan dasar dalam kunjungan keluarga binaan tercatat sebanyak 50 keluarga.
Pencegahan Stunting, sebanyak 10.000+ paket makanan bergizi (PMT) didistribusikan sebagai upaya penanggulangan stunting. Posyandu Balita: 6.296 kali, Posyandu Remaja: 553 kali, Posyandu Lansia: 4.331 kali.
Tak hanya itu, konsultasi kesehatan masyarakat juga dilakukan. Dengan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi kesehatan di empat desa mitra dengan total 400 warga penerima manfaat. Sedangkan untuk sosialisasi dan peningkatan kapasitas, sebanyak 30 remaja peserta edukasi desa tangguh bencana (Destana), 60 peserta Diseminasi dan Capacity Building, 50 peserta FGD Pencegahan Stunting, dan 100 peserta kampanye keluarga sigap stunting.
”Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan semangat para kader kesehatan desa, dan terkait diacara ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para kader dalam meningkatkan pengetahuannya dibidang kesehatan,” sambung Rektor ISTeK ICsada Bojonegoro, Nurul Jariyatin.(sam)





