SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tenaga kerja (naker) di wilayah operasi lapangan gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berkurang. Data per November 2025, tersisa 210 naker JTB, terdiri dari 124 naker lokal dan 86 non lokal.
“Data tersebut merupakan update November ini, terakhir laporan kami terima pada Juli 2025 lalu,” kata Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Disperinaker Bojonegoro, Rafiudin Fatoni.
Fatoni menjelaskan, naker JTB terus berkurang semenjak pekerjaan proyek konstruksi selesai pada 2023 lalu. Lapangan gas yang dikelola Pertamina EP Cepu itu sekarang ini telah memasuki fase produksi, sehingga hanya pekerja yang memiliki keahlian di bidang masing-masing yang masih aktif bekerja.
“Itu juga mengalami pengurangan karena perusahaan yang aktif di JTB kehabisan kontrak,” katanya, Jumat (7/11/2025).
Dia mencatat hingga November 2025 tersisa 210 naker JTB, terdiri dari 124 naker lokal dan 86 non lokal. Jumlah tersebut menurun apabila dibandingkan di bulan Juli lalu, dengan total 220 naker. Rinciannya 120 naker lokal dan sisanya 100 non lokal.
“Dari data itu naker berkurang. Tentu dari Disperinaker terus berupaya membuat pelatihan agar para naker dari JTB bisa mendapat keahlian baru dan memperoleh pekerjaan baru,” terangnya.(jk)




