DKPP Bojonegoro Kambali Usulkan Tambahan Pupuk 13.460 Ton ‎

Petani sedang memupuk padi
Salah satu petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sedang beraktivitas memupuk tanaman padi di lahan pertaniannya.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana mengusulkan kembali tambahan alokasi pupuk bersubsidi. Meski stok pupuk subsidi masih tersedia, usulan alokasi tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan petani di musim tanam ketiga.

‎Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani mengatakan, stok pupuk subsidi masih cukup untuk kebutuhan petani di Bojonegoro. Stok pupuk di gudang Sumberejo dan Padangan hingga saat ini masih mencukupi.

‎”Sebab dari semua jenis pupuk Urea, NPK, dan organik total alokasi 130.713 ton masih tersisa sekitar 38.977 ton. Sedangkan pupuk yang telah disalurkan mencapai 91.735 ton per 30 Oktober kemarin,” katanya.

‎Dia menjelaskan, stok pupuk subsidi masih mencukupi kebutuhan petani. Namun DKPP Bojonegoro tetap mengajukan usulan alokasi tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan petani di musim tanam ketiga.

‎”Penambahan alokasi tetap diperlukan untuk menjaga ketersediaan pupuk selama masa tanam,” jelasnya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (20/11/2025) kemarin.

‎Apalagi saat ini produksi padi juga mengalami peningkatan, sehingga kebutuhan pupuk untuk petani juga harus dipenuhi. Nantinya dengan pengajuan penambahan alokasi ini, DKPP berharap distribusi pupuk tetap lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian di Bojonegoro.

‎”Terutama masa tanam ketiga di akhir tahun 2025 ini,” terangnya.

‎Sementara Kepala Seksi Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Tatik Kasiati menyampaikan, pengajuan tambahan alokasi pupuk subsidi sudah diusulkan di DKPP Provinsi Jawa Timur.

‎”Yakni sebanyak 4.460 ton untuk jenis Urea dan 9.000 ton NPK,” jelasnya.

‎Tatik mengungkapkan, sebelumnya Bojonegoro juga telah mengajukan tambahan pupuk dan sudah disetujui Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia.

‎“Sudah ada tambahan alokasi pupuk, namun dari usulan yang diajukan Bojonegoro hanya mendapat jenis pupuk NPK. Pupuk jenis organik kemarin juga diusulkan namun tidak mendapat jatah,” katanya.

‎Dia mengatakan, total alokasi pupuk NPK saat ini sebanyak 42.276 ton dari sebelumnya 42.141 ton. Jumlah tersebut meningkat karena mendapat tambahan sebanyak 135 ton.

‎”Dan pada awal November 2025 kembali mengajukan usulan pupuk lagi,” tandasnya.(jk)

Pos terkait