SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sepanjang tahun 2025, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Bojonegoro, Jawa Timur, menunjukkan tren positif. Terbukti mampu menembus Rp1,137 triliun atau 106,87 persen dari target Rp1,06 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Yusnita Liasari menyampaikan, realisasi PAD hingga tutup tahun 2025 berhasil melampaui target. Yakni menembus Rp1,137 triliun atau 106,87 persen dari Rp1,06 triliun, dan angka ini masih terus berjalan.
”Target Rp1,06 triliun terlampaui, karena kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah. Termasuk pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD), badan layanan umum daerah rumah sakit (BLUD RS) dan lain-lain yang sah,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (9/1/2026).
Dia menyampaikan, capaian 106,87 persen merupakan cambuk bagi Pemkab Bojonegoro untuk lebih menguatkan kemandirian fiskal. Utamanya sebagai tanggung jawab menjaga warisan untuk anak cucu ketika dana bagi hasil (DBH) pajak dan migas mengalami penurunan.
”Artinya setelah energi migas habis, Bojonegoro secara fiskal sudah mandiri dengan capaian PAD itu,” ungkapnya.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Nur Sujito menambahkan, rincian PAD sebesar Rp1,137 triliun atau 106,6 persen dari Rp1,06 triliun. Melebihi target tahun 2025.
”Ini salah satu pencapaian. Khususnya di PAD, kalau transfer kan dari pusat dan daerah. Jadi, pendapatan dari sisi pasif (dana transfer) dan aktif (PAD) sama-sama jalan,” ujarnya.(jk)





