SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Target pendapatan asli daerah (PAD) 2026 Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dipasang Rp 1,086 triliun. Angka tersebut naik dari tahun 2025 kemarin, sebesar Rp 1,064 triliun atau naik sekitar Rp 22 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Yusnita Liasari mengatakan, meningkatnya perputaran ekonomi menjadi salah satu pertimbangan target PAD dipasang Rp 1,086 triliun.
“Utamanya di sektor retribusi jasa umum dan khusus, antara lain jasa pariwisata, jasa layanan pasar, jasa barang milik daerah, dan jasa layanan kesehatan,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, rencana bisnis (renbis) terukur di badan usaha milik daerah (BUMD), sehingga bisa memberi pendapatan maksimal. Termasuk pengawasan dan pengendalian serta monitoring dan evaluasi (monev) PAD lain-lain yang sah.
“Alasan ini yang membuat target PAD 2026 naik sekitar Rp 22 miliar, dari Rp 1,064 triliun tahun 2025 kemarin,” ujarnya.
Di sisi lain realisasi PAD 2025 berhasil melampaui target. Yakni menembus Rp 1,46 triliun atau 107,93 persen dari Rp 1,064 triliun.
“Restibusi daerah menjadi penyumbang pendapatan terbesar pada 2026 sebesar Rp 564 miliar, diurutan kedua adalah pajak daerah menyumbang sebesar Rp 268 miliar,” terangnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengapresiasi PAD 2025 bisa melampaui target. Artinya meningkatkan target 2026 merupakan kebijakan tepat.
“Semakin besar PAD itu lebih baik, daripada tergantung pada DBH migas karena bisa habis,” terangnya.(jk)





