SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur kembali mengalokasikan anggaran Rp 74 miliar untuk program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) di 2026. Program pengentasan kemiskinan tersebut menyasar 4.400 keluarga penerima manfaat (KPM) tersebar di wilayah Bojonegoro.
Pemkab Bojonegoro sebelumnya juga telah menganggarkan program Gayatri sebesar Rp 8,9 miliar di APBD induk 2025 untuk 400 KPM yang tersebar di 10 desa di 5 kecamatan. Juga Rp 86,7 miliar di P-APBD 2025 untuk 5.000 KPM.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, mengatakan, tahun 2025 lalu program Gayatri sudah menunjukkan hasil positif. Terutama di APBD induk 2025.
“Karena itu, pada 2026 ini kembali dianggarkan Rp 74 miliar untuk program Gayatri,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Dari anggaran tersebut, menyasar 4.400 KPM di seluruh Bojonegoro. Dia menjelaskan, sejak direalisasikan menunjukkan hasil positif. Pada APBD Induk 2025 program Gayatri menyasar 400 KPM, kemudian ditambah di Perubahan APBD 2025 dengan capaian 5.000 KPM.
“Realisasi Gayatri 2025 sudah selesai, sedangkan di P-APBD 2025 masih berjalan. Kemungkinan puncak produksi telur di bulan Agustus 2026,” ujarnya.
Dia menambahkan, program Gayatri menjadi prioritas Kabupaten Bojonegoro, diharapkan bisa memberdayakan masyarakat. Terutama bisa meningkatkan ekonomi keluarga.
“Harapannya masyarakat bisa mandiri dan mengembangkan program Gayatri tersebut,” terangnya.(jk)






