Jalan Rigid Beton Desa Manukan Rampung, Warga Rasakan Manfaat Program BKKD 2025

Jalan manukan
MULUS : Sejumlah anak-anak sedang santai bersepeda menikmati jalan rigid beton Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, program BKKD 2025.(sam)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil menuntaskan pembangunan jalan rigid beton melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025. Infrastruktur jalan di desa ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu, tersebut kini memberikan dampak nyata bagi kelancaran aktivitas dan perekonomian masyarakat.

‎Jalan rigid beton yang dibangun merupakan jalan poros desa sepanjang 1.436 meter dengan lebar 4,5 meter. Sebelumnya, jalan tersebut berupa paving yang kondisinya mulai mengalami kerusakan sehingga menghambat mobilitas warga.

‎Keberadaan jalan baru ini tidak hanya memperlancar arus lalu lintas warga, tetapi juga sangat membantu para petani dalam mengangkut hasil panen. Selain itu, konektivitas antardesa semakin meningkat. Pembangunan ini menjadi bukti keberhasilan pola kerja swakelola desa yang transparan dan akuntabel.

‎Salah seorang warga Desa Manukan, Panut mengaku, pembangunan jalan rigid beton tersebut sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya petani.

‎“Selain arus lalu lintas lebih lancar, sekarang juga lebih mudah mengangkut hasil panen,” ujar Panut kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (4/2/2026).

‎Sementara itu, Kepala Desa Manukan, Warngun menyampaikan, bahwa keterlibatan masyarakat dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) menjadi kunci sukses pembangunan infrastruktur tersebut.

‎“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengelola dana BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara swakelola, transparan, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Jalan manukan
MULUS : Sejumlah anak-anak sedang santai bersepeda menikmati jalan rigid beton Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, program BKKD 2025.(sam)

‎Menurut pria yang juga Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Gayam ini, dampak positif pembangunan jalan sudah dirasakan oleh masyarakat, mulai dari kelancaran aktivitas anak-anak berangkat dan pulang sekolah hingga kemudahan petani dalam distribusi hasil pertanian. Ia berharap, ke depan pembangunan ini mampu meningkatkan perekonomian warga, baik dari sektor pertanian maupun sektor lainnya.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas program BKKD ini. Manfaatnya sangat dirasakan warga. Kami berharap program BKKD tahun 2026 dapat terus berlanjut untuk menuntaskan sisa jalan poros desa yang masih sekitar 900 meter,” pungkasnya.

‎Untuk menjamin kualitas pekerjaan dan ketepatan sasaran, tim dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan terkait juga telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Hasilnya menunjukkan bahwa pekerjaan fisik jalan rigid beton di Desa Manukan telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

‎Diwartakan sebelumnya, program BKKD ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mempercepat pembangunan infrastruktur secara merata hingga ke tingkat desa, untuk memperluas konektivitas wilayah dan menggerakkan perekonomian.

‎Pada 2025, Pemkab Bojonegoro telah menggelontorkan anggaran BKKD sebesar Rp651 miliar untuk 372 desa yang tersebar di 28 kecamatan. Infrastruktur yang dibangun berupa jalan, jembatan hingga tembok pembatas tanah (TPT).

‎Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan menyampaikan, semula BKKD menyasar 374 desa yang dianggarkan sekitar Rp651 miliar. Namun dua di antaranya gagal melakukan serapan anggaran. Yakni Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem dan Desa/Kecamatan Kasiman karena ada permasalahan.

‎Sehingga, lanjut Ivan, terdapat 372 desa di Bojonegoro merealisasikan BKKD pada tahun 2025 kemarin. Namun lanjut dia, pembangunan di desa masih belum selesai dan berlanjut di 2026 ini.

‎“Karena itu kami belum bisa memberikan data pasti terkait realisasi atau update pembangunan. Misalnya jumlah jembatan atau panjang jalan yang telah selesai dibangun,” jelas Ivan.

‎Namun secara rinci pihaknya memiliki jumlah desa yang menerima BKKD 2025. Seperti sebanyak 87 desa menerima BKKD jalan aspal, jalan cor rigid 247 desa, pembangunan jembatan 33 desa, dan pembangunan TPT atau bronjong sebanyak tujuh desa.

‎“Data ini berbeda dengan yang dimiliki Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Bojonegoro, karena ini khusus kebinamargaan. Kalau BPKAD mencakup keseluruhan,” jelas Ivan sapaan akrabnya.

‎Dia berharap, program BKKD ini bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta meningkatkan ekonomi karena adanya pembangunan infrastruktur.

‎“Tentu desa yang mendapat BKKD bisa mengelola dan melaksanakan dengan baik, agar pembangunan bisa bermanfaat dan dirasakan masyarakat,” terangnya.

‎Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menegaskan, tujuan program BKKD 2025 untuk pemerataan pembangunan infrastruktur. Diantaranya perbaikan jalan desa, dan membangun jembatan vital untuk menghubungkan desa.

‎“Juga meningkatan ekonomi. Dengan akses jalan yang baik tentu akan mempermudah transportasi dan mendorong ekonomi warga,” tandasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait