SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Rampungnya pembangunan jalan rigid beton melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025 oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberikan dampak nyata bagi kelancaran aktivitas dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Jalan poros desa yang sebelumnya berupa paving kini telah dibangun menjadi jalan rigid beton sepanjang total 1.340 meter. Keberadaan infrastruktur ini tidak hanya memperlancar arus lalu lintas warga, tetapi juga sangat membantu para petani dalam mengangkut hasil panen, seperti padi serta buah-buahan unggulan desa, antara lain jambu dan belimbing.
Selain mendukung sektor pertanian, pembangunan jalan tersebut juga mempermudah aktivitas anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah serta meningkatkan konektivitas antarwilayah desa. Proyek ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pola kerja swakelola desa yang dijalankan secara transparan dan akuntabel.
Salah seorang warga Desa Mojo, Sukri, mengaku sangat merasakan manfaat dari pembangunan jalan rigid beton tersebut.
“Alhamdulillah, arus lalu lintas sekarang semakin lancar. Para petani buah, seperti jambu kristal dan belimbing lebih mudah mengirim pesanan, dan mengangkut hasil panen padi juga tidak lagi terkendala,” ujar Sukri kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (7/2/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Mojo, Anik Umiatun, menyampaikan, bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) serta dukungan pengiriman material dari CV Anugrah Bumi Nusantara (ABN) yang cepat dan tepat menjadi kunci sukses pembangunan jalan rigid beton di wilayah RT 05 hingga RT 10.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tersebut merupakan wujud komitmen Pemdes Mojo dalam mengelola dana BKKD dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro secara swakelola, transparan, dan bertanggung jawab.
“CV ABN sangat bertanggung jawab. Setiap kali kami meminta pengiriman material, langsung cepat datang. Pembangunan jalan dilakukan dengan dua segmen, yakni 680 meter dengan lebar 4 meter dan 660 meter dengan lebar 3 meter, menyesuaikan kondisi lapangan, sehingga total panjangnya 1.340 meter,” jelas Anik.
Dia menambahkan, untuk menjamin kualitas pekerjaan dan ketepatan sasaran, tim dari Pemkab Bojonegoro melalui Inspektorat juga telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Hasilnya, pekerjaan fisik jalan rigid beton dinyatakan telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Dampak positif pembangunan jalan tersebut kini mulai dirasakan masyarakat, mulai dari kelancaran aktivitas pendidikan hingga kemudahan distribusi hasil pertanian, baik padi maupun buah jambu kristal dan belimbing.
“Mayoritas warga Mojo beraktivitas sebagai petani agro jambu dan belimbing, yang selama ini juga sudah laku di pasaran. Dengan jalan yang bagus, pengiriman ke pemesan kini semakin lancar,” imbuhnya.
Ke depan, Anik berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas program BKKD ini. Manfaatnya langsung dirasakan warga. Harapannya, program BKKD tahun 2026 tetap berlanjut untuk menuntaskan sisa jalan poros desa sekitar 150 meter, serta pembangunan infrastruktur lain seperti jalan usaha tani dan drainase,” pungkasnya.
Terpisah, Project Manager CV ABN, Ilham Mudha Ardhiyanto, menyampaikan, bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sebagai penyedia material sesuai kebutuhan desa.
“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar. Semua kebutuhan material yang diminta tim pelaksana desa kami layani dengan cepat dan sesuai permintaan,” ujarnya.(sam)





