SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, resmi meluncurkan Kalender Event 2026 yang memuat 58 agenda unggulan sebagai upaya mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, Rabu (18/3/2026) malam.
Kegiatan yang digelar di Jalan Mas Tumapel itu diawali dengan rangkaian lomba Street Muslim Fashion Show sejak siang hari, dilanjutkan pra acara musik religi oleh tim sholawat, hingga acara inti pada malam hari.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Elzadeba Agustina, dalam laporannya menyampaikan, bahwa kalender event ini disusun sebagai mesin penggerak daya tarik pariwisata yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Kalender event 2026 menjadi media promosi pariwisata sekaligus upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara ke Bojonegoro,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain sebagai promosi, agenda tersebut juga bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan adanya jadwal yang terstruktur, pelaku industri pariwisata juga memiliki kepastian dalam menyiapkan kegiatan.
“Total ada 58 event unggulan dan ikonik yang akan digelar sepanjang tahun 2026,” tambahnya.
Dalam rangkaian acara, Pemkab Bojonegoro juga melakukan penyerahan piagam juara lomba fashion show dan piagam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Penghargaan WBTB diberikan kepada Desa Sobontoro, Kecamatan Balen atas kesenian Oklik dan Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno atas tradisi Ijuk Nganten yang diterima kepala desa masing-masing.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutanya, menyatakan pentingnya membangun kolaborasi dan sinergitas dengan semua pihak dalam agenda kalender event. Baik dengan pemerintah sendiri maupun swasta.
”Kalender event ini kegiatan satu tahun yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tapi juga oleh pihak swasta, kolaborasi dan sinergi ini penting, tapi dengan tata kelola yang baik dan benar,” bebernya.
Pria asli Desa Dolokgede ini menegaskan, kalender event harus punya jalan berkelanjutan. Sehingga menjadi satu paket, bahwa kalender event pasti mendorong ekonomi dan memperkuat identitas Bojonegoro.
”Jadi kalender event ini harus digerakkan banyak pihak, tidak selalu harus pakai duit, atau pakai duit tapi tidak banyak, tapi yang pasti kita harus meyakini kita mampu, contohnya ialah komunitas voli yang mampu menggerakan wisata, jadi event harus punya kualitas, berdampak, dan punya kesan,” tandasnya.
Acara launching ditandai dengan prosesi simbolis peluncuran kalender event dengan membunyikan sirine secara bersama-sama oleh Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Sekda Edi Susanto, Kadisbudpar Elzadeba Agustina, dan Ketua TP PKK Cantika Wahono.
Sebagai penutup acara, yaitu peluncuran Mars Bojonegoro yang merupakan karya cipta Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dengan lirik oleh Wakil Bupati Nurul Azizah.
Lagu yang dibawakan oleh Paduan Suara Pesona Geopark karyawan karyawati Disbudpar asuhan Elzadeba itu direncanakan akan dikumandangkan dalam berbagai kegiatan resmi di Bojonegoro.(fin)





