Bupati Bojonegoro Tekankan Dua Fokus Utama di Musrenbang RKPD 2027

Bupati Setyo Wahono
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

SuaraBanyuurip.com – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyampaikan dua fokus utama pemerintah kabupaten dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tahun 2026 dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027. Yakni masalah pertanian dan kesehatan.

Bupati Wahono menekakan pentingnya memaksimalkan potensi pertanian Bojonegoro untuk mendorong peningkatan perkonomian masyarakat.

“Kami terus memperbaiki tata kelola air, baik untuk pertanian maupun lingkungan,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang 2026 penyusunan RKPD 2027 di Ruang Angling Dharma Lantai II Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/3/2026).

Bupati Wahono juga mengingatkan pentingnya kesehatan bagi anak-anak untuk masa depan mereka. Juga pelayanan kesehatan bagi kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk itu, lanjut Bupati, Pemkab Bojonegoro terus memaksimalkan pelayanan rumah sakit bagi masyarakat Bojonegoro maupun sebagai rujukan dari kabupaten tetangga.

“Kami tahu pelayanan kesehatan rumah sakit kabupaten tetangga masih kurang karena keterbatasan anggaran, tapi karena anggaran kita cukup besar maka kita terus memaksimalkannya,” tegasnya.

Bupati berharap melalui musrenbang 2026 dalam rangka penyusunan RKPD 2027 ini bisa mendapatkan masukan yang konstruktif, inovatif dan solutif untuk menetapkan skala prioritas pembangunan Bojonegoro secara tepat dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan dampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :   Perkuat Transparansi, PT ADS BUMD Bojonegoro Gelar Workshop Keterbukaan Informasi Bersama Komisi Informasi Jatim

“Musrenbang ini menjadi tahapan penting untuk pembangunan daerah yang pasrtisipatif, transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Musrenbang Bojonegoro.
Plt Kepala Bappeda Jatim, M Yasin menampilkan data pertumbuhan ekonomi Bojonegoro di Musrenbang 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Bojonegoro tahun 2027.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim, M Yasin menyarankan kepada Pemkab Bojonegoro memaksimalkan sektor pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena industri pertambangan terhadap perekonomian Bojonegoro terus mengalami penurunan.

“Dulu sektor pertambangan menyumbang PDRB Bojonegoro hingga 54 persen, sekarang tinggal 44 persen. Dan, ini semakin lama akan terus turun. Sehingga sektor pertanian perlu digenjot melalui hilirisasi pertanian, agar yang saat ini 12 persen bisa meningkat,” saran pejabat asli Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro itu.

Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar menyampaikan, sejumlah tantangan pembangunan yang dihadapi Bojonegoro. Yakni pemerataan peningkatan sumber daya manusia (SDM), percepatan penanganan kemiskinan melalui berbagai terobosan dengan pemberdayaan ekonomi secara masif, pembangunan sarana prasarana pendidikan mulai RA, TK, SD/MI, SMP/MTS, dan peningkatan kesejahteraan guru di bawah Kemenag.

Baca Juga :   Pembahasan Raperda TSP Terganjal Pileg

Selain itu, lanjut Umar, pembangunan PJU/PJL, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) jalan kabupaten, pembangunan drainase jalan kabupaten, pembangunan sarana prasarana pertanian, rehabilitasi TPA/TPQ dan Madin, pembangunan sarana prasarana olahraga, serta pembangunan dan bantuan perlengkapan untuk kepemudaan, UMKM, organisasi masyarakat dan keagamaan.

“Kami berharap tantangan pembangunan yang dinventarisir dari hasil reses ini bisa diakomodir di 2027,” pungkas Umar.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait