Temui Bupati Bojonegoro, ExxonMobil Minta Dukungan Pengembangan Migas Kedung Keris Barat

Pejabat ExxonMobil Temui Bupati Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono (baju putih) foto bersama pejabat ExxonMobil dan Ketua BKS Blok Cepu, M Kundori (paling kiri).(foto tangkap layar)

SuaraBanyuurip.com – Sejumlah pejabat ExxonMobil, operator migas Blol Cepu, menemui Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono. Selain silaturahmi, perusahaan raksasa minyak Amerika Serikat, itu meminta dukungan rencana pengembangan lapangan minyak Kedung Keris West (Barat) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.

Sejumlah pejabat ExxonMobil yang berkunjung adalah Senior Vice President ExxonMobil Indonesia, Muhammad Nurdin; Vice Presiden Public & Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Dave A. Seta; dan External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar.

Mereka didampingi Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu, M Kundori, yang juga menjabat Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD Bojonegoro.

BKS Blok Cepu merupakan gabungan empat BUMD yang mengelola penyertaan saham (Participating Interest/PI) 10 persen.

Ketua BKS Blok Cepu, M. Kundori mengatakan, kunjungan pejabat ExxonMobil untuk silaturahmi dan halal bi halal dengan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Selain itu, lanjut Kundori, dalam pertemuan tersebut ExxonMobil juga meminta dukungan rencana pengembangan lapangan minyak Kedung Keris (KDK) Barat. Serta singkronisasi program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM), khusunya lingkungan dan kesehatan.

Baca Juga :   Pertamina - ExxonMobil Teken Kerja Sama Penurunan Emisi Karbon

“Itu yang saya ketahui,” kata pria asli Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro itu.

Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon membernarkan kunjungan pejabat ExxonMobil yang berlangsung pada Rabu (8/4/2026). Kunjungan tersebut untuk bersilaturahmi.

“Silaturahmi lebaran, halal bi halal,” ujar Rifqi.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dikonfirmasi terkait pembahasan dalam pertemuan dengan pejabat ExxonMobil belum memberikan jawaban.

Namun, berdasarkan video yang diunggah di akun resmi media sosialnya, Bupati Wahono menyampaikan, dalam pertemuan dengan manajemen ExxonMobil tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan penjajakan program di bidang lingkungan.

“Kami ingin Bojonegoro tetap menjadi kawasan yang terlindungi, dan menjadi kabupaten yang terdepan soal pengelolaan lingkungan. Dan, ini dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan pihak swastas, seperti KKKS ExxonMobil yang beroperasi di Bojonegoro,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan, ada tiga lapangan migas di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro, segera dikembangkan oleh ExxonMobil. Total investasinya mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun.

Baca Juga :   Ratusan Warga Ring 1 Blok Tuban Nganggur

Ketiga lapangan migas tersebut adalah lapangan Kedung Keris West (Barat) di Desa Sukoharjo; lapangan gas Alas Tuwo West di Desa/Kecamatan Ngasem; dan lapangan gas Cendana di Desa Cendono, Kecamatan Padangan. Total investasi untuk pengembangan tiga lapangan migas tersebut mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun.

Rinciannya, pengembangan lapangan gas Cendana investasinya mencapai US$ 170,3 juta, Alas Tua West US$ 253,9 juta, dan lapangan minyak Kedung Keris Barat US$ 48 juta

“Pengembangan Kedung Keris Barat rencananya akan dilakukan periode 2025-2027,” kata Bahlil saat kunjungan kerja di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Senin 30 September 2024.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait