PGN SOR III dan JTB Perkuat Sinergi Hulu Hilir Energi Nasional

Lapangan Gas JTB
SINERGI: Jajaran manajemen PGN SOR III dan PEPC saat kunjungan kerja di JTB, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(ist/pungki)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sinergi antara sektor hulu dan hilir minyak dan gas bumi (migas) terus diperkuat guna menjaga ketahanan energi nasional. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Sales Operation Region III (PGN SOR III) ke Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

‎JTB dioperasikan olen PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

‎”Selama ini kerja sama berjalan sangat baik. Keandalan pasokan dari JTB menjadi faktor penting yang memungkinkan PGN memberikan layanan gas secara lancar kepada pelanggan,” kata General Manager (GM) PGN SOR III, Hedi Hedianto, dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (12/6/2026).

‎Hedi mengaku, telah melakukan kunjungan ke JTB pada Rabu (10/6/2025). Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat koordinasi antara produsen gas dan penyalur gas bumi kepada pelanggan.

‎”Sebagai salah satu pemasok utama PGN SOR III, Lapangan JTB memiliki peran strategis dalam menjaga kontinuitas pasokan energi di berbagai sektor,” ujarnya.

Baca Juga :   Awal 2023, Produksi Gas JTB Baru Capai 75 MMSCFD

‎Pria ramah ini mengungkapkan, bahwa pasokan gas dari PEPC Zona 12 saat ini menyumbang sekitar 65 persen dari total kebutuhan gas PGN SOR III. Dengan kontribusi sebesar itu, JTB menjadi sumber pasokan terbesar yang menopang layanan PGN kepada pelanggan di wilayah operasinya.

‎Saat ini PGN SOR III melayani sekitar 209 ribu pelanggan yang terdiri atas rumah tangga, pelanggan komersial, hingga sektor industri.

‎”Karena itu, kesinambungan produksi dari lapangan gas di hulu menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas distribusi energi di hilir,” tegas Hedi.

‎Sementara itu, Sr. Manager Production & Projects PEPC Zona 12, Yedi Rahmat Supriyadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan produksi Lapangan JTB. Menurutnya, keberhasilan memenuhi kebutuhan energi nasional tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara seluruh rantai bisnis migas.

‎”Kami akan terus menjaga keandalan produksi agar dapat mendukung kebutuhan hilir dan bersama-sama menyukseskan program pemerintah di sektor energi,” tutur Yedi.

‎Dalam pertemuan dengan PGN SOR III, PEPC memaparkan proses bisnis Lapangan JTB mulai dari produksi di kepala sumur, pengolahan gas, hingga penyaluran ke jaringan transmisi yang selanjutnya diterima PGN untuk didistribusikan kepada pelanggan.

Baca Juga :   Calon Lahan Pengganti TKD Gayam Diumumkan

‎Sinergi yang terbangun antara PEPC Zona 12 dan PGN SOR III dinilai menjadi contoh integrasi hulu-hilir di lingkungan Pertamina Group. Kolaborasi ini tidak hanya menjamin pasokan energi tetap terjaga, tetapi juga mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

‎Sebagai lapangan gas strategis nasional, JTB juga menunjukkan kinerja operasional yang andal dengan capaian lebih dari 71 juta jam kerja selamat (safe man-hours). Capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan kerja sekaligus keberlanjutan operasi.

‎Selain melakukan diskusi teknis, rombongan PGN SOR III juga meninjau langsung Control Building JTB yang menjadi pusat pengendalian operasi lapangan gas tersebut.

‎”Melalui kunjungan ini, kedua perusahaan berharap koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin kuat demi memastikan pasokan energi bagi masyarakat dan industri tetap terjaga,” tandas Yedi.(fin/adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait