SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Desa Beji, Kecamatan Keedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diusulkan untuk menjadi lokasi Sekolah Rakyat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Jawa Timur telah melakukan survei calon lokasi pembangunan tersebut.
Survei tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PU Jawa Timur, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Camat Kedewan, Satpol PP, pemerintah desa, serta unsur Kecamatan Kedewan.
Camat Kedewan, Mudlofir mengatakan, survei telah dilakukan pada 5 Mei 2026, untuk meninjau kelayakan lokasi yang diusulkan sebagai tempat pembangunan Sekolah Rakyat jenjang SMA di wilayah Kecamatan Kedewan. Luasnya sekira 7 hektar.
“Tim melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi di Desa Beji. Hasil survei ini nantinya akan menjadi bahan kajian dan pertimbangan pemerintah dalam proses selanjutnya,” kata Mudlofir kepada suarabanyuurip.com, Rabu (15/7/2026).
Ia berharap usulan tersebut dapat direalisasikan sehingga masyarakat di wilayah Kedewan dan sekitarnya memiliki akses pendidikan menengah yang lebih mudah melalui program Sekolah Rakyat.
“Keberadaan Sekolah Rakyat di Kedewan diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Diwartakan sebelumnya, sebanyak 60 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Bojonegoro tahun ajaran 2026/2027, sementara belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban. Karena Bojonegoro belum memiliki gedung permanen, dan masih dalam proses.
”Mereka ditampung di SRMA Tuban karena di sana sudah tersedia gedung permanen,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (14/7/2026).
Dijelaskan, penempatan sementara di Tuban dilakukan lantaran pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Bojonegoro belum dapat dimulai. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih menyelesaikan proses pengadaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah.
”Di Bojonegoro masih dalam proses pengadaan tanah. Rencananya Sekolah Rakyat akan dibangun di Kecamatan Kedewan,” jelasnya.
Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kedewan tersebut dapat rampung pada 2027.
Adapun seluruh siswa yang sementara belajar di Tuban merupakan hasil seleksi dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN
Kebijakan tersebut juga merupakan arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos) agar proses pendidikan tetap berjalan sambil menunggu tersedianya fasilitas di Bojonegoro.
”Penitipan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat karena Tuban sudah memiliki gedung Sekolah Rakyat yang siap digunakan,” ujar Agus.
Dia menambahkan, untuk angkatan pertama yang diterima pada tahun ajaran sebelumnya, sebanyak 100 siswa kelas X masih menjalani kegiatan belajar mengajar di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) milik Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro. SumberDaya Pendidikan
Pemkab Bojonegoro, lanjut Agus, sejatinya sudah memiliki lahan di lokasi Pusdiklat BKPP tersebut. Namun luasnya masih kurang, sehingga saat ini masih dilakukan pembebasan lahan tambahan.
”Nantinya, siswa yang sementara belajar di Tuban akan kembali ke Bojonegoro setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun,” tandasnya.(fin)





