EMCL-LSPM Latih Timlak 12 Desa untuk Perkuat Tata Kelola Program Infrastruktur di 4 Kecamatan

EMCL-LSPM
ANTUSIAS : EMCL-LSPM memberikan pelatihan kepada timlak 12 desa di empat kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bermitra dengan Lembaga Studi Penguatan Masyarakat (LSPM) menggelar Pelatihan Tim Pelaksana (Timlak) Program Peningkatan Akses Ekonomi Melalui Penyediaan Infrastruktur.

‎Agenda tersebut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) EMCL. Kegiatan yang dipusatkan di Waroeng Bucu Coffee (WBC) Desa/Kecamatan Trucuk ini diikuti pengurus Timlak dari 12 desa di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, Ngasem, dan Kapas.

‎Pelatihan difasilitasi oleh tim dari LSPM dengan menghadirkan materi teknis maupun administrasi pengelolaan program. Para peserta terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota Timlak yang nantinya bertanggung jawab mengelola pelaksanaan program di desa masing-masing.

‎Selain itu, hadir pula pendiri sekaligus Ketua Dewan Pengawas LSPM, Mochlasin Afan, PIC Program EMCL, Slamet Rijadi, dan Konsultan Teknik, Yani Sandi Darma.

‎Mochlasin Afan, menyempatkan diri berkisah tentang kiprah dan perjalanan LSPM yang berdiri sejak 2001. Sejak menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Afan, lalu mengundurkan diri dari jajaran eksekutif. Ini dimaksudkan untuk menghindari konflik kepentingan.

‎Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi mengatakan, bahwa tujuan pelatihan untuk memberikan penyegaran kembali kepada masing-masing timlak agar tidak lupa ketika menyelenggarakan kegiatan dengan model swakelola, agar pelaksanaan berjalan secara baik.

Baca Juga :   Petani Blok Cepu Relakan Sebagian Lahan untuk Pembangunan JUT dari EMCL

‎Disebutkan, kegiatan ini sebagai amanah dari EMCL bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat atau PPM yang bersumber dari negara. Pelatihan ini juga untuk meningkatkan kapasitas pengurus Timlak agar mampu melaksanakan pembangunan infrastruktur desa secara mandiri, transparan, dan akuntabel.

‎”Mari kita laksanakan dengan baik, bisa dipertanggungjawabkan sesuai perencanaan, sesuai pelaksanaannya, dan sesuai dengan laporannya,” kata Slamet Rijadi.

‎Ketua LSPM, Maksum Rozi ST, M.PWK, menjelaskan, bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting bagi seluruh pengurus Timlak agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

‎”Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap Timlak memiliki kemampuan mengelola program secara profesional, mulai dari pelaksanaan pekerjaan hingga pertanggungjawaban administrasi dan keuangan,” ujar Maksum Rozi.

‎Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap pengurus Timlak. Ketua bertanggung jawab atas pelaksanaan fisik dan keuangan, sekretaris mengelola administrasi dan dokumentasi, bendahara menangani arus kas serta pembukuan, sedangkan anggota mengawasi pekerjaan teknis di lapangan.

‎Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai Surat Perjanjian Kontrak (SPK) antara Timlak dan LSPM, termasuk hak dan kewajiban para pihak serta mekanisme pencairan bantuan.

Baca Juga :   PLTS Nglebak Jadi Percontohan Nasional

‎Materi lain yang diberikan meliputi penyusunan Rencana Penggunaan Dana (RPD), pencatatan Buku Kas Umum (BKU), penyusunan Laporan Penggunaan Dana (LPD), pengelolaan bukti transaksi sesuai ketentuan, hingga tata cara pencatatan absensi pekerja dan perhitungan Hari Orang Kerja (HOK) pada sistem padat karya.

‎”Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh TImlak mampu menjalankan pembangunan infrastruktur desa sesuai standar teknis, administrasi, dan prinsip transparansi sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” harap Maksum.

‎Program Peningkatan Akses Ekonomi Melalui Penyediaan Infrastruktur menyasar 12 desa di empat kecamatan itu meliputi pembangunan jalan paving di Desa Jelu, perbaikan TPT dan irigasi di Desa Bareng, perbaikan irigasi pertanian di Desa Tengger di Kecamatan Ngasem dan Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro.

‎Kemudian perbaikan jalan lingkungan di Desa Jampet dan Wadang, Kecamatan Ngasem, Desa Leran dan Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

‎Berikutnya revitalisasi jembatan di Desa Sembung, pembangunan taman trotoar di Desa Ngampel, serta perbaikan balai masyarakat di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait