SuaraBanyuurip.com – Harapan warga di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk segera bekerja di proyek kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair di Desa Katur, milik PT Humpuss Group, tertunda.
PT OTS Internasional (OTSI), anak perusahaan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), menunda pekerjaan konstruksi setelah peletakan batu pertama (Groundbreaking) pertengahan Maret 2026 lalu. Konstruksi kilang mini LNG milik PT OTS sebelumnya direncanakan paling lambat Juli ini.
“Belum ada info lagi,” ujar Kepala Desa Katur, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (12/8/2026).
Kepala desa dua periode itu mengaku tidak mengetahui alasan belum dimulainya proyek konstruksi kilang mini LNG milik PT Humpuss Group itu.
“Kalau ada info terbaru nanti saya kabari,” janji Sukono.
Ia mengungkapkan, sudah banyak warga Katur dan dari sejumlah desa di Kecamatan Gayam sebelumnya datang ke dirinya untuk menanyakan lowongan pekerjaan di kilang mini LNG PT Humpuss Group. Kedatangan mereka setelah pelaksana proyek menyampaikan konstruksi akan dimulai paling lambat Juli 2026.
“Banyak warga yang tanya ke saya. Intinya mereka ingin dipekerjakan di proyek itu,” pungkas Sukono.
Kilang mini LNG milik PT OTSI di Desa Katur akan menempati lahan seluas 1,6 hektar (Ha) milik PT Humpuss. Lokasinya berada di selatan kilang minyak mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU).
Pembangunan fisik atau konstruksi hingga tahap operasional kilang mini LNG milik PT Humpuss Group diperkirakan akan memakan waktu antara 12 hingga 15 bulan. Kilang mini ini memiliki kapasitas 5 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Suplai gasnya dari jaringan pipa Gresik-Semarang (Gresem) milik Pertmina Gas Negara (PGN). Mini LNG plant ini rencananya akan mendukung pasokan di Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Proyek kilang mini LNG di Desa Katur akan dijalankan melalui unit usaha OTSI, yaitu PT Hutama Metana Perkasa. PT Hutama Metana Perkasa menjalin kolaborasi strategis dengan mitra teknologi global, China CAMC Engineering Co. Ltd. Kerja sama ini mencakup penerapan teknologi terkini dalam pengolahan gas alam menjadi bentuk cair secara efisien dalam skala menengah (mini plant).
Direktur Utama HUMI Grup, Ari Askhara mengatakan, inisiasi Mini LNG Plant ini lebih dari sekedar ekspansi bisnis, namun bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional.
“Dengan mengoptimalkan potensi lokal di Bojonegoro dan menggandeng mitra berpengalaman, kami optimis dapat menghadirkan solusi energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan dibandingkan bahan bakar minyak,” jelas Ari dikutip dari laman resmi Humi.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok energi bagi industri dan kebutuhan energi lainnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
“Inisiasi ini juga merupakan langkah nyata HUMI Grup melalui OTSI, dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia,” tegas Ari.
Direktur PT OTS Internasional, Taufik menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung inisiatif ini. Termasuk kolaborasi yang terjalin dengan mitra internasional, China CAMC Engineering Co. Ltd.
“Semoga mini LNG plant ini dapat berkontribusi pada kemajuan perusahaan serta mendukung program pemerintah,” pungkasnya.(red)





