SuaraBanyuurip.com – Petani tembakau Bojonegoro, Jawa Timur, bisa tersenyum lega. Harga daun tembakau rajangan di tingkat petani berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Tergantung kualitas tembakau.
Petani Desa/Kecamatan Gayam, Sujud mengatakan, harga tembakau sekarang ini relatif tinggi. Untuk harga daun tembakau basah Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu/Kg. Sedangkan harga tembakau rajangan kering sempat mencapai Rp 45 ribu/kg.
“Tergantung kualitasnya,” ucapnya.
Menurut dia, kualitas tembakau sekarang ini cukup bagus karena didukung cuaca. Sehingga banyak warga Gayam sebelumnya menanam palawija beralih ketanaman tembakau.
“Baru tahun ini banyak yang tanam tembakau. Biasanya kalau musim kemarau sebelumnya tanam palawija,” tuturnya, Jumat (4/9/2026).
Senada disampaikan petani Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Sukro. Ia mengaku senang dengan harga tembakau yang saat ini mencapai Rp 2.000 – Rp 4.000 untuk daun basah perkilogram, dan Rp45.000 – Rp 48.000 untuk rajangan kering perkilogram.
Menurutnya, harga tersebut cukup membantu petani sekaligus menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan usaha tani tembakau.
“Alhamdulillah, kami merasa senang dengan harga tembakau saat ini yang mencapai Rp45.000. Semoga ke depan pupuk semakin mudah didapat dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Sukro berharap kondisi harga yang baik tersebut dapat terus bertahan hingga memasuki masa panen raya. Sehingga petani dapat memperoleh pendapatan yang sepadan dengan biaya produksi dan tenaga yang telah dikeluarkan selama proses budidaya.
“Dengan begitu petani bisa mendapatkan hasil yang sepadan dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan,” harap Sukro.
Sementara itu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkor Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Bambang Wahyudi menjelaskan, luas tanam tembakau higga Agustus 2026 mencapai 15.672,68 hektare, atau meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 seluas 12.041 hektare.
Menurut Bambang, bertambahnya luas tanam tembakau tahun ini diantaranya dipengaruhi oleh kondisi iklim pada musim tanam dan harga yang relatif tinggi pada tahun ini.
“Kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap keputusan petani dalam menentukan komoditas yang akan ditanam. Juga harganya yang relatif baik,” tegasnya.(red)





