SuaraBanyuurip.com – Belasan jurnalis di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Doa bersama digelar di Masjid DPRD Bojonegoro, Kamis (10/9/2026) malam, dengan harapan kelima jurnalis yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Para jurnalis Bojonegoro juga mendoakan agar keluarga kelima jurnalis tersebut diberikan ketabahan dan kekuatan. Mereka berharap proses pencarian yang sedang dilakukan membuahkan kabar baik.
Tak hanya menjadi momentum doa, peristiwa itu juga menjadi bahan refleksi bagi para jurnalis Bojonegoro, perihal pentingnya mengedepankan keselamatan ketika menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, terutama saat meliput peristiwa bencana alam.
‘’Banyak hal yang harus kita perhitungkan ketika liputan di lapangan. Terutama, ketika liputan bencana,’’ ungkap jurnalis INews Bojonegoro Dedi Mahdi.
Dedi turut mengingatkan satu kredo yang selama ini menjadi pegangan penting dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya ketika berhadapan dengan situasi berisiko. Yakni, tidak ada berita seharga nyawa.
”Tugas jurnalistik memang menuntut keberanian dan ketelitian dalam menggali informasi. Namun, keselamatan tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap peliputan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, M. Suaeb menilai, peristiwa yang menimpa lima jurnalis di Selat Sunda menjadi pengingat penting mengenai perlindungan terhadap jurnalis, termasuk melalui jaminan asuransi.
‘’Dalam beberapa kasus, kerja-kerja jurnalistik di lapangan sangatlah riskan. Maka, jurnalis harus dilindungi asuransi. Perusahaan media wajib memberikan asuransi itu,’’ kata Suaeb.
Senada disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, Sasmito Anggoro. Dia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang, tetapi juga semakin memperkuat kebersamaan antarjurnalis di Bojonegoro.
‘’Makin aktif dalam bersinergi dan berkolaborasi. Makin profesional dalam menunaikan kerja-kerja jurnalistik,’’ katanya.
Doa bersama ini, diinisiasi PWI Bojonegoro, AJI Bojonegoro, dan IJTI Korda Pantura Raya. Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Seksi Humas dan Satintelkam Polres Bojonegoro. Sejumlah mahasiswa dari KOPRI PC PMII Bojonegoro turut hadir dalam doa bersama.(red)





