Satu Korban Masih Rawat Inap, 10 Lainnya Dipulangkan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –  Mirna Kumalasari (27), masih terbaring lemas di salah satu ruangan Rumah Sakit Ibnu Sina Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (1/2/2016). Di hidung warga RT.11/RW01 Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, itu masih menancap selang oksigen untuk membantu pernafasan.

Di sampingnya, tampak seorang lelaki muda dengan sabar menunggui. Baik Mirna maupun lelaki itu tak banyak berkomentar.

“Tubuhnya masih lemas,” kata lelaki itu kepada suarabanyuurip.com saat di temui di ruang rawat inap RS Ibnu Sina.

Mirna merupakan salah satu dari sebelas korban amuk bau busuk dari Pad A Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ) pada Minggu (31/1/2016) kemarin.

Dari sebelas korban yang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami mual, muntah dan bahkan pingsan, akibat mencium bau busuk menyerupai telur busuk, tinggal Mirna yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sedangkan sepuluh korban lainnya yaitu Ira, Surat, Supiatun, Lasmi, Neng, Yah, Ruli, Riyadi, Kis,  dan Indah, sudah lebih dulu pulang setelah mendapat pemeriksaan.  Ke semua korban berasal dari RT 11 dan 12 RW 01.

Baca Juga :   Heri: PGN Seperti Driver

“Kata dokter saya belum diperbolehkan pulang,” jawab Mirna lirih tanpa menyebutkan alasannya.

Bau menyengat itu mulai tercium warga sejak Minggu kemarin malam. Namun pada Senin (1/2/2016), sekira pukul 05.00, yakni usai adzan subuh, baunya bertambah parah.

“Siang jam satu saya lemas tidak bisa nafas,” ujarnya.

Bau yang ditimbulkan dari Pad A Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro itu, sudah dirasakan warga sejak sebulan terakhir. Namun, bau yang menyerupai telur busuk bercampur gas elpiji itu semakin menjadi-jadi.

“Apalagi saya punya riwayat penyakit asma, jadi makin memperparah kondisi badan,” kata Mirna.

Meski demikian, Mirna bersyukur karena pengobatan dari Rumah Sakit ditanggung oleh JOB P-PEJ. Selain itu, anak semata wayangnya yang berusia enam tahun selamat.

“Alhamdulillah anak saya tidak apa-apa, sekarang dirumah neneknya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu perawat RS Ibnu Sina mengatakan, ada 11 warga dari Desa Sambiroto yang dirawat sejak siang pukul 12.00 WIB.

“Hanya satu orang yang harus menjalani rawat inap,” ujar perawat yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Baca Juga :   Pemkab Pertanyakan Komitmen Pertamina dan PGN

Belum ada keterangan dari dokter yang menangani kesebelas warga Sambiroto dengan alasan tidak ditempat karena mendapatkan jadwal pada shift pagi.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *