12 Desa Penghasil Migas Belum Terbuka

IDFoS

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Sebanyak 12 desa penghasil minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masuk dalam kategori belum terbuka informasi. Hal itu terungkap dari hasil kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Institute Development of Society (IDFoS) melakukan riset keterbukaan informasi publik di 42 desa dari 412 desa se Kabupaten Bojonegoro.

“Rata-rata 42 desa tersebut masuk kategori belum terbuka,” kata Direktur IDFoS, Joko Hadi Purnomo, saat memberikan materi pada acara Forum Disscussion Group (FGD) oleh AJI dengan tema Peran Media Dalam Keterbukaan Data di salah satu cafe and restaurant, Minggu (30/7/2017) kemarin.

Dari 42 desa tersebut, 12 diantaranya termasuk desa penghasil migas. Sehingga, tidak heran jika masyarakat maupun media kesulitan mendapatkan data terkait informasi yang berhubungan dengan keuangan desa.

“Jangankan media, Pemkab saja terkadang kesulitan mendapatkan data atau informasi dari desa tersebut,” imbuhnya.

Selama ini, pihaknya berupaya untuk mendorong pemerintah desa melakukan perbaikan tata kelola dan revolusi data. Namun apa yang dilakukan oleh IDFoS belum terekspos dengan baik.

Baca Juga :   Ekonomi Kreatif untuk Warga Pinggiran Hutan

“Kedepan harus terbuka, karena data itu tidak bisa dibatasi,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *