Inilah Perhitungan Alokasi Dana Desa Penghasil Migas Bojonegoro

lapangan banyuurip

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Alokasi dana desa (ADD) penghasil migas di Bojonegoro, Jawa Timur, memiiki perhitungan sendiri. Besarannya didasarkan pada jumlah produksi dari lapangan migas.

Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Anang Dwi Prasetya mengatakan, sekalipun Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, menjadi desa penghasil migas Lapangan Sukowati Blok Tuban, namun alokasi dana desa yang diterimakan tidak sebesar desa penghasil migas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.

“Penerimaan alokasi dana desa untuk desa itu ada perhitungannya sendiri,” kata kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (30/1/2019).

Anang menjelaskan perhitungan tersebut berdasarkan alokasi dana desa proporsional yang didapatkan dari jumlah produksi seluruh lapangan migas di Bojonegoro. Diantaranya Lapangan Sukowati sebesar 3 persen, Lapangan Banyuurip sebesar 96 persen, Pertamina EP Cepu sebesar 0,11 persen dan Tiung Biru 0,06 persen.

Jumlah tersebut dibagikan kepada desa penghasil, desa ring 1, ring 2, dan di luar ring. Pembagiannya adalah, untuk desa penghasil mendapatkan Rp56 juta, desa ring 1 mendapatkan Rp45 juta, dan ring 2 mendapatkan Rp21 juta.

Baca Juga :   Polisi Awasi Penggunaan Dana Desa Penghasil Migas

Untuk Lapangan Migas Sukowati terdapat 2 desa penghasil, 3 desa ring 1, dan 8 desa ring 2. sementara Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, ada 2 desa termasuk desa penghasil, 8 desa ring 1, dan 13 desa masuk ring 2.

“Sementara di luar ring migas ada sekitar 396  desa yang masing-masing dapat Rp21 juta,” tandasnya.

Perhitungan ini sekaligus menjadi jawaban desa di kawasan Lapangan Miga Sukowati baik Desa Ngampel dan Sambiroto, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, yang merasa belum cukup mendapatkan ADD sekarang ini.

“Karena produksi Lapangan Migas Sukowati sangat sedikit dibanding Lapangan Banyu Urip.  Produksi Sukowati hanya 10.000 barel per hari, sedangkan Banyu Urip 200.000 barel per hari,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, merasa ADD yang diterima sejak tiga tahun terakhir jumlahnya sedikit jika diabndingkan sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar lebih.

“Sekarang ini, kita hanya mendapatkan Rp700 juta saja,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Warga Pelem Terima Pembayaran Lahan J-TB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *