Hampir 2 Minggu Hasil Uji Laboratorium Semburan Lumpur Belum Keluar

19459

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku masih menunggu hasil laboratorium sampel lumpur yang menyembur dari bekas sumur minyak tua di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman. Â

Uji laboratorium sampel lumpur telah dilakukan hampir dua minggu sejak bekas sumur minyak menyembur pada Senin (3/2/2020) lalu.Â

“Kita masih menunggu hasilnya. Sampelnya masih diuji lab di Mojokerto,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, Jumat (14/2/2020) kemarin.Â

Hanafi belum bisa memastikan apakah material lumpur yang keluar berbahaya atau tidak.

“Makanya kita uji laboratorium untuk memastikan,” tegasnya.

Sebelumnya semburan lumpur keluar dari bekas sumur minyak tua peninggalan kolonial Belanda. Semburan lumpur hampir setinggi dua meter. Mengeluarkan material berupa air, lumpur, minyak dan gas.Â

“Sekarang sudah tidak menyemburkan lumpur,” terangnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sebelumnya menyebutkan pada kawasan potensi migas, fenomena semburan lumpur tersebut merupakan hal yang normal terjadi.

Karena urutan fluida dari bawah ke atas yang ada di dalam lapisan batuan pembawa minyak/reservoir yakni (air – minyak – gas) yang memiliki sifat menekan ke permukaan melalui celah yang ada.Â

Baca Juga :   Penambang Sumur Minyak Tua dan Karyawan BBS Terima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Dalam kondisi curah hujan tinggi menyebabkan air masuk kedalam lapisan reservoir tersebut sehingga volume fluida bertambah dan menekan keluar ke permukaan melalui celah yang ada.

“Hal yang perlu diperhatikan antara lain volume fluida yang keluar, dan kandungan fluida yang keluar apakah mengandung zat berbahaya atau tidak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni.Â

Semburan lumpur muncul di tanah pekarangan milik Almarhum Suparman, warga RT9/1 Desa Batokan. Pertama kali diketahui warga pada Senin (3/2/2020), dan baru dilaporkan, Selasa (4/2/2020), karena semburan ekstrim.Â

 Semburan mengeluarkan bau menyengat, cairan menyerupai minyak mentah berwarna coklat menyebar di pekarangan bercampur lumpur.(rien)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *