Forkomas Ba-Ja : Daripada APBD SiLPA, Mending untuk Investasi Pemboran Sumur Baru Blok Cepu

Forkomas Ba-Ja Minta Pemkab Tinjau Ulang Skema Pembagian CSR Migas

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip – Jambaran (Forkomas Ba-Ja) mendukung investasi pengeboran 10 sumur baru di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, tanpa swasta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur dinilai mampu membiayai investasi tersebut.

“Daripada uang triliunan tiap tahun di-SiLPA-kan, kan lebih baik untuk investasi di situ. Bisa menguntungkan dan menambah pendapatan Bojonegoro,” kata Ketua Forkomas Ba-Ja, Parmani kepada suarabanyuurip.com, Rabu (17/11/2021).

Informasi dari anggota Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu, investasi untuk penambahan pengeboran sumur baru di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, telah diputusakan sebesar USD 150 juta atau setara Rp2.128.815.000.000. Dari total biaya USD 150 juta itu, investasi yang harus dibayarkan BKS Blok Cepu sebesar USD15 juta atau Rp 216.635.250.000. Jumlah tersebut sesuai porsi BKS dalam pengelolaan PI 10% yang dibagi empat BUMD.

Parmani mengungkapkan, APBD Bojonegoro sebesar Rp6,2 triliun sekarang ini sangat mampu memodali investasi pengeboran 10 sumur baru.

“Apalagi BUMD, PT ADS kan sudah dapat keuntungan dari kerja sama dengan PT SER dalam pengelolaan PI Blok Cepu. Jadi saya rasa Bojonegoro mampu investasi tanpa swasta,” tandasnya.

Baca Juga :   SKK Migas : Pengelolaan Gas Banyu Urip Tak Ganggu Usia Produksi Blok Cepu

Menurut dia, investasi untuk pengeboran 10 sumur baru di Lapangan Banyu Urip nanti, Pemkab Bojonegoro tidak perlu lagi menggandeng PT SER. Sebab, perusahaan asal Jakarta – PT SER- itu telah menarik seluruh saham seri C yang berfungsi menampung modal dalam pengelolaan penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu.

“Pengalaman pahit bertahun-tahun dengan PT SER jangan sampai terulang lagi. Ini investasi baru di luar PI Blok Cepu yang dulu,” tegas tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam ini.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) ring satu pengeboran minyak Banyu Urip, di Kecamatan Gayam, itu meminta Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah bersikap tegas mengambil keputusan dalam investasi pengeboran 10 sumur baru. Sebab Bojonegoro sebagai daerah penghasil, dan pemkab memiliki saham di Blok Cepu melalui PT ADS.

“Bojonegoro jangan dikendalikan lagi oleh PT SER. Bupati harus berani memutuskan investasi nanti dilakukan ADS tanpa swasta. Ini demi rakyat Bojonegoro,” pungkas Parmani.

Presiden Direktur PT Asri Dharmas Sejahtera (ADS), Lalu M Syahril Majidi mengaku belum mengetahui secara pasti berapa investasi yang akan dibayarkan untuk penambahan pengeboran 10 sumur baru di Lapangan Banyu Urip. Begitu juga dengan investasi yang akan dibayarkan nanti menggunakan modal sendiri atau menggandeng PT SER.

Baca Juga :   Sejarah ExxonMobil di Indonesia dan Perkembangan Terbaru Migas Blok Cepu

“Keputusannya masih menunggu rapat umum pemegang saham atau RUPS yang akan dilaksanakan Desember 2021 mendatang,” ujar Syahril dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri juga menyarakan kepada pemkab agar tidak menggandeng swasta atau pihak ketiga dalam investasi penambahan pengeboran 10 sumur baru di Lapangan Banyu Urip.

“Bojonegoro mampu untuk itu. Mumpung APBD Bojonegoro sekarang ini besar,” tegas politisi PAN itu.(suko)


» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *