SKK Migas Terus Berupaya Genjot Produksi Minyak Blok Cepu

Tajak sumur Banyu Urip infill and Clastic di Well Pad B Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
GENJOT PRODUKSI : Rig PDSI digunakan dalam tajak sumur Banyu Urip infill and Clastic di Well Pad B Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus berupaya menggenjot produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan beberapa upaya untuk menggenjot produksi Blok Cepu.

Upaya itu antara lain dengan melakukan penambahan produksi dari pemboran Banyu Urip Infill Clastic, installasi gas lift valve, melakukan penambahan perforation, serta melakukan kegiatan Gas Shut Off dan Water Shut Off.

“Sampai saat ini EMCL masih menjadi tulang punggung produksi minyak nasional terbesar kedua, yang masih berpotensi untuk menjadi tulang punggung utama produksi minyak nasional,” kata Hudi Suryodipiro dalam keterangan tertulis dikutip Suarabanyuurip.com dari Jakarta, Rabu (13/03/2024).

Kendati, laju penurunan produksi membayangi blok migas yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini.

Pasalnya, mengacu data per Juni 2023, EMCL mengalami penurunan antara 3 persen sampai dengan 5 persen per bulan atau setara 4.000 barel per hari (bph) hingga 7 ribu bph per bulannya.

Baca Juga :   Kenal Pamit Kapolsek Gayam Berlangsung Khidmat
Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Presiden ExxonMobil Indonesia, Carole J. Gall saat meninjau tajak sumur perdana Banyu Urip Infill Clastic.

Diwartakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong peningkatan produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif hadir meninjau kegiatan tajak sumur infill carbonate Banyu Urip di Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Jumat (01/03/2024).

Pemboran sumur infill carbonate merupakan bagian dari drilling campaign di Blok Cepu yang dilakukan oleh Exxonmobil dimulai tahun 2024 hingga tahun 2026 yang terdiri dari pemboran 5 sumur infill carbonate dan 2 sumur clastics.

Kegiatan pemboran ini dilakukan di antara sumur produksi existing yang ada di lapangan Banyu Urip untuk mengambil minyak yang tidak bisa diambil oleh sumur sebelumnya sekaligus untuk membuktikan cadangan reservoir clastics (reservoir batu pasir).

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah produksi lapangan Banyu Urip sebesar 42 juta barel sehingga dapat meningkatkan produksi minyak di lapangan Banyu Urip yang saat ini berkontribusi sekitar 25% dari produksi minyak secara nasional.

Pada kunjungan tersebut turut mendampingi Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Wiko Migantoro, Direktur Manajemen Resiko PT Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, President ExxonMobil Cepu Limited Carole J. Gall, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Chalid Salim Said, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Muhamad Arifin dan Ketua BKS PI Blok Cepu Suko Hartono.

Baca Juga :   Tambahan Sumur Baru Blok Cepu Belum Diputuskan, Pembayaran Investasi Akan Dimulai 2022

Dalam sambutan dan pengarahannya, Menteri ESDM menyampaikan apresiasinya terhadap ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang mampu menjaga produksi di blok ini dengan optimal, yang awalnya potensinya adalah 400 juta barel, sampai hari ini sudah menghasilkan 630 juta barel dan berpotensi hingga 1 miliar barel.

Saat ini, produksi di blok ini mulai menurun, oleh karenanya bersama pemangku kepentingan mendorong untuk menjaga produksi Banyu Urip.

“Saat ini direncanakan ada 7 pemboran, jika dibandingkan 8 tahun lalu tidak ada sama sekali pemboran. Harapannya, lapangan Clastic memiliki potensi yang sama dengan lapangan Carbonat yang memiliki potensi hingga 1 miliar barel,” kata Arifin.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *