SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Desa terdampak atau ring satu lapangan migas Sukowati yang dikelola Pertamina EP Sukowati Field mengklaim belum menerima sosialisasi pengalihan program CSR oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur. Pengalihan CSR itu, komposisinya 60 persen untuk desa terdampak, dan 40 persen di luar ring terdampak yang terjadi semenjak 2020 lalu.
Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro Purwanto mengatakan, belum menerima sosialisasi terkait pengalihan program corporate social responsibility (CSR).
“Belum menerima sosialisasi baik dari Pemkab Bojonegoro operator migas (KKKS),” katanya, Selasa (5/4/2022).
Dia mengatakan, belum bisa menanggapi terkait pengalihan CSR tersebut. Sebab, Pemdes Ngampel tidak tahu dengan adanya pengalihan program CSR yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
“Kalau yang program ini kami tidak tahu. Dan yang saya tahu desa dapat CSR langsung dari Pertamina,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Sementara itu Kepala Desa Campurejo, Kecamatan/ Kabupaten Bojonegoro, Edi Sampurno mengatakan, belum mengetahui dengan adanya pengalihan program CSR itu. Namun, harapannya dari Pemkab Bojonegoro lebih memperhatikan desa yang terdampak.
“Tentu harus diperhatikan dengan jumlah CSR yang diterima oleh desa. Karena hal ini juga untuk masyarakat juga,” katanya.(jk)





