Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Serapan APBD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tahun 2022 ini masih minim. Hingga 1 September ini, baru 36,45 persen. Bahkan rata-rata organisasi perangkat daerah (OPD) serapannya di bawah 30 persen.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, pagu belanja dianggarkan Rp 5,9 triliun. Namun, yang telah terealisasi sejumlah Rp 2,1 triliun setara dengan 36,45 persen.
“Itu hingga 1 September kemarin dan masih di APBD induk belum di P-APBD. Sementara untuk posisi kas daerah sebesar Rp 3,7 triliun,” kata Luluk.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, serapan anggaran rendah karena kegiatan pembangunan baru mulai Juli lalu. Tentu untuk mecapai target serapan akan sangat berat jika targetnya 90 persen.
“Harusnya serapan anggaran dilakukan di awal tahun, karena APBD 2021 sudah dipasang,” katanya, Jumat (2/9/2022).
Dia mengatakan, serapan sudah tercatat 36,45 persen, tentu masih jauh dari target. Sebab, hanya tinggal 4 bulan untuk melakukan penyerapan anggaran.
“Target 90 persen itu sangat berat. Karena rata-rata OPD penyerapannya masih di bawah 30 persen. Tapi saya belum tahu OPD mana yang serapannya paling rendah,” katanya.(jk)





