Suarabanyuurip.com – d suko nugroho
Malang – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan tujuh rekomendasi hasil audit tim teknis terkait tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Tiga rekomendasi di antaranya berhubungan dengan terjadinya tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 131 orang.
Menteri Basuki mengatakan evaluasi teknis untuk Stadion Kanjuruhan dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan dan mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Audit teknis melibatkan para pakar/ahli struktur bangunan, arsitektur, MEP (Mechanical, Electrical and Plumbing), dan ahli mitigasi risiko kebakaran, serta unsur pemerintah yang tergabung dalam Komite Keandalan Bangunan Gedung (KKBG).
“Ada tujuh rekomendasi hasil audit Tim Evaluasi Teknis Keandalan Stadion Kanjuruhan. Tiga rekomendasi di antaranya berhubungan dengan terjadinya kecelakaan di Stadion Kanjuruhan,” tegas Basuki.
Pertama, kata Basuki, mengenai tangga-tangga tribun, terutama untuk tribun ekonomi yang biasanya tidak ada tangga langsung ke tempat duduk penonton. Kedua, pintu stadion tidak ada jarak dengan anak tangga dan elevasi tangganya juga terlalu curam. Ketiga tidak ada pintu darurat, yang ada hanya pintu service yang tidak bisa diakses oleh penonton di tribun.
Sementara empat rekomendasi lainnya adalah terkait dengan penerangan, kamar kecil, perimeter atau batas antara bangunan utama Stadion dengan area parkir serta pagar pembatas.
“Hasil rekomendasi tim evaluasi teknis Keandalan Stadion Kanjuruhan ini selanjutnya akan kita laporkan kepada Bapak Presiden Jokowi,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya.
Basuki menjelaskan, setelah ditetapkannya tujuh rekomendasi ini, Kementerian PUPR akan mendesain ulang Stadion Kanjuruhan untuk dilakukan renovasi sehingga menjadi laik fungsi dan terhindar dari tragedi serupa.
Proses pengerjaan redesain Stadion Kanjuruhan dapat diselesaikan antara 3 sampai 4 bulan dan dilanjutkan dengan pekerjaan fisik. Pekerjaan akan dimulai awal tahun 2023 dan ditargetkan selesai dalam satu tahun.
“Kami juga akan membangun monumen untuk mengenang para korban,” tandas Basuki.
Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menambahkan, kunjungan kerja ke Stadion Kanjuruhan dalam rangka kerja bersama antar lintas kementerian sebagai tindaklanjut perintah Presiden Jokowi. Kanjuruhan menjadi satu dari beberapa stadion dengan kapasitas besar yang diprioritaskan untuk diaudit.
“Bapak Presiden memerintah langsung kepada Menteri PUPR untuk melakukan audit. Jadi kami mendampingi Bapak Menteri PUPR,” ucap Zainudin Amali.(suko)




