Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Ratusan warga masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur, kembali datang ke balai desa setempat, Jumat (09/12/2022). Kedatangan mereka untuk dialog kedua yang sedianya berlangsung membahas tuntutan lowongan kerja ini batal. Musababnya karena massa yang datang menolak dialog dengan cara perwakilan.
Sehingga warga memilih membubarkan diri dengan tertib, daripada menunjuk perwakilan untuk mengikuti dialog dengan pihak kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Sejatinya para pemuda warga lainnya bermaksud mendapat kejelasan mengenai lowongan kerja yang pernah disampaikan 10 hari yang lalu.
Salah satu warga Desa Bandungrejo, Bantoro mengatakan, massa yang kebanyakan para pemuda pengangguran ini menolak pertemuan melalui perwakilan dan meminta agar pertemuan berlangsung secara terbuka. Alasannya, karena mereka khawatir dibenturkan dengan kelompok warga sendiri.
“Pemuda sini (Bandungrejo) butuh kerjaan. 90% pemuda di sini pengangguran. Kami ingin pertemuannya terbuka, tranparan semua dengar. Kalau pakai perwakilan kami tidak mau,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Ratusan warga masyarakat Bandungrejo membubarkan diri dengan tertib.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari
Camat Ngasem, Iwan Sopian dan Kapolsek Ngasem, Iptu Karyanto sempat menyarankan kepada warga sebelum membubarkan diri, agar sebaiknya mengagendakan pertemuan kembali dengan cara memilih perwakilan.
Kepala Desa Bandungrejo, Sapani mengungkapkan, pihaknya menjembatani keinginan warga namun masih menunggu hasil koordinasi dari PT Daya Patra. Pertemuan ini memang hanya dihadiri satu vendor. Karena yang empat vendor lainnya dinilai sudah beres memenuhi tuntutan masyarakat.
“Daya Patra akan menyampaikan hasil koordinasi berupa jumlah lowongan kerja masing-masing formasi yang sudah disampaikan warga lalu pada Selasa (13/12/2022) besok. Mudah-mudahan ada hasil yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas PEPC, Agung Yunito Yahya mengatakan, bahwa PEPC turut hadir guna menjembatani komunikasi antara pihak kontraktor dengan warga Desa Bandungrejo dalam hal rekrutmen tenaga kerja.
“Harapannya agar semuanya bisa cepat terselesaikan,” ucapnya.(fin)





