Jelang Proyek Gas JTB Berakhir, Rekind Kembali Jalankan Program "Mampir"

SILATURAHMI : Site Manager Rekind, Zainal Arifin, saat menemui para pesanggem di hutan sekitar proyek Gas JTB.

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Program “Mampir” yang digalakkan PT Rekayasa Industri (Rekind) sejak awal mengerjakan proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur, patut dikata salah satu program handal dari beberapa program lain yang telah dijalankan.

Pasalnya, program “Mampir” ini bagian dari kunci keberhasilan Rekind dalam membangun komunikasi dengan stakeholder di wilayah proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan (Engineering, Procurement and Construction/EPC-GPF JTB).

Program tersebut baru Rekind yang mencetuskan dan kini kembali dilakukan jelang berakhirnya pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) di Kabupaten Bojonegoro yang ditanganinya. Kali ini PT Rekind menemui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan jajaran pengamanan hutan wilayah BKPH Clangap, KPH Bojonegoro.

Asper Clangap Lugianto dan anggota LMDH serta pesanggem gayeng di pos perhutani mengikuti Program “Mampir”.
© 2022 suarabanyuurip.com/Ist/Sami’an Sasongko

Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Clangap Bojonegoro, Lugianto mengatakan, sejak akan mulai ngerjakan proyek GPF JTB, PT Rekind telah berkoordinasi baik dengan pihak Perhutani dan LMDH sekitar. Sehingga dalam mengerjakan proyek berjalan baik dan minim muncul gejolak.

Baca Juga :   JOB P-PEJ Belum Bayar Sewa TKD Ngampel

“Kalaupun ada persoalan cepat terselesaikan dengan baik. Tapi saya rasa selama ini sangat minim muncul persoalan dengan LMDH maupun dengan penggarap lahan hutan atau pesanggem,” katanya.

Dijelaskan, bahwa selama sekira tiga tahun Rekind telah melibatkan jajarannya dan LMDH untuk ikut membantu keamanan projects JTB hingga menjelang berakhir.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Rekind atas dilibatkannya sebagai tenaga pembantu keamanan. Semoga Rekind nanti dapat lagi pekerjaan proyek di Bojonegoro,” ujarnya.

Dia berharap program yang baik ini nanti bisa dilanjutkan oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Sehingga jalinan silaturahmi yang telah dibangun oleh Rekind tidak pudar.

“Menurut saya program ini sangat bagus, jadi misal Rekind sudah tidak disini PEPC kan bisa melanjutkan,” imbuhnya.

Sementara Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin mengatakan, program “Mampir” telah dilaksanakan sejak akan memulai melakukan aktifitas di proyek EPC-GPF JTB pada 2017, hingga konstruksi berlangsung sampai menjelang berakhir sekarang ini. Termasuk dengan pihak Perhutani dan LMDH serta terkait.

Baca Juga :   Sektor Migas Belum Sejahterakan Masyarakat Blora

“Program “Mampir” ini kita datang bersilaturahmi ke stakeholder di wilayah proyek gas JTB. Kegiatan ini rutin kita lakukan. Sekarang pekerjaan menjalang berakhir jadi kita silaturahmi ke Pak Asper,” kata Zainal Arifin, kepada SuaraBanyuurip.com disela-sela silaturahmi di Asper Clangap, Lugianto, Jumat (30/12/2022).

Pria ramah ini juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, LMDH dan pihak terkait yang telah mambantu kelancaran Rekind dalam beraktivitas di proyek Gas JTB.

“Terimakasih kepada semua pihak terkait, khususnya Perhutani atas kerjasamnya dan apa yang dilakukan Rekind selama ini dapat bermanfaat bagi yang telah dilibatkan. Semoga hubungan baik ini tetap berjalan dan terjaga meski Rekind sudah tidak lagi di JTB,” pungkasnya.(sam)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *