455,7 Hektare Lahan di Bojonegoro Dibebaskan untuk Bendung Gerak Karangnongko

Seluas 455,7 hektare lahan di Bojonegoro dibebaskan untuk Bendung Gerak Karangnongko.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pembebasan lahan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko ditargetkan selesai pertengahan tahun 2023 ini. Dari hasil revisi dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) tercatat seluas 455,7 hektare lahan yang akan dibebaskan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Erick Firdaus menjelaskan, saat ini masih dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pembebasan lahan untuk Bendung Gerak Karangnongko.

“Ada perubahan luasan lahan dan jumlah warga yang terdampak pembangunan bedung gerak ini,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Dia mengatakan, untuk di Kabupaten Bojonegoro ada dua desa yang terdampak. Yakni Desa Ngelo dan Kalangan, Kecamatan Margomulyo dengan luas mencapai 455,7 hektare. Lahan itu terdiri atas tanah wakaf, pemukiman, tanah kas desa, dan perhutani.

Camat Margomulyo, Dyah Enggarini Mukti mengatakan, pembebasan lahan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko ditargetkan selesai tahun ini.

“Sudah dilakukan pengukuran tanah dan dipasang patok pembatas,” katanya.

Dia mengatakan, untuk tanah milik masyarakat yang terdampak sekitar 86,6 hektare, 1,83 hektare tanah wakaf, 8,81 hektare tanah kas desa, dan 358,4 hektare tanah milik perhutani. Itu sesuai revisi dokumen perencanaan pengadaan tanah tercatat seluas 455,7 hektare lahan yang akan dibebaskan.

Baca Juga :   Besaran Pengganti Tanah Warga Terdampak Bendung Gerak Karangnongko Belum Jelas

“Itu rinciannya lahan yang akan terdampak Bendung Gerak Karangnongko,” tutupnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *