Banyak Kendala di Lapangan, 189 Jargas di Bojonegoro Akan Dicabut

Salah satu rumah warga di Bojonegoro yang dipasangi meteran jargas.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 189 sambungan rumaj (SR) jaringan gas (jargas) di Bojonegoro, Jawa Timur bakal dicabut bulan depan. Alasannya, banyak jargas yang terpasang di rumah kosong dan sebagian warga menolak dialirkan jargas di rumahnya.

Area Head PGN Bojonegoro Mochamad Arif mengatakan, dicabutnya jargas karena berbagai macam alasan. Misalnya karena rumah kosong atau dikontrakkan sehingga jargas harus dicabut.

“Karena jargas merupakan aset negara jika yang mendapatkan tidak memakai atau tidak ada jadi harus dicabut. Rencana April depan untuk pencabutannya,” katanya, Selasa (21/3/2023).

Dia mengatakan, ada juga warga yang menolak dialirkan jargas di rumahnya. Itu dikarenakan mereka takut dan rata-rata penghuni rumah yang sudah usia lanjut.

“Alasan menolak bermacam-macam, takut gas bocor, penghuni sudah tua, jarang di rumah, dan rumah masih di kontrakkan,” katanya kepada suarabanyuurip.com.

Arif sapaan akrabnya menjelaskan, ada 189 jargas di Bojonegoro yang nantinya akan dicabut. Rinciannya 32 rumah atau jargas di wilayah Kota Bojonegoro dan 157 rumah di wilayah Kecamatan Ngasem serta Gayam.

Baca Juga :   Warga Blok Cepu Minta Dilatih Bidang Migas

“Dan sekitar 25 diantaranya rumahnya kosong. Sehingga jargas dicabut,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *