Gelar Operasi Pekat, Polres Bojonegoro Ungkap Puluhan Kasus Kejahatan

Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto didampingi Kasat Reskrim AKP Girindra Wardana Akbar Ramdhani menunjukkan BB miras yang dijaring operasi pekat.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Polres Bojonegoro, Polda Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus kejahatan dan perilaku negatif di masyarakat melalui gelaran Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Diantaranya perjudian, prostitusi, jual miras, edar dan salah guna narkoba, serta pencurian.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto mengatakan, selama menggelar operasi pekat pihaknya berhasil mengungkap 15 kasus perjudian, baik judi online maupun kartu. Jumlah Tersangka ditangkap dalam kasus ini sebanyak 16 orang. Barang bukti yang diamankan berupa hand phone dan kartu Remi.

“Kepada para Tersangka disangkakan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara,” katanya dalam Konferensi Pers di Mapolres Bojonegoro, Kamis (06/04/2023).

Selain itu, berhasil pula diungkap 2 kasus prostitusi dan mengamankan 2 Tersangka yang bertindak sebagai mucikari. Barang bukti diamankan berupa barang bekas pakai kegiatan seksual dan uang hasil transaksi. Kedua Tersangka diancam hukuman 1 tahun penjara dari sangkaan Pasal 284 KUHP.

Barang bukti narkotika dan obat berbahaya yang berhasil terjaring operasi pekat.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Luncurkan Program Polisi RW

Selanjutnya diamankan 1 Tersangka dari 1 kasus terduga pelaku pembawa senjata tajam. Dari tangan Tersangka diamankan barang bukti 1 celurit tanpa pegangan. Tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 UU 12 RI tahun 1951 tentang senjata tajam yang mengatur ancaman hukuman selama 10 tahun penjara.

Jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro juga mengungkap penjualan dan peredaran minuman keras (miras) sebanyak 49 kasus dan menangkap 49 Tersangka. Adapun barang bukti berhasil diamankan total 50 dus miras berbagai merek, 250 liter tuak, dan 150 liter arak.

“Kasus jual edar miras ini sebagian sudah dilaksanakan sidang tipiring,” ujar AKBP Rogib Triyanto.

Berikutnya, ungkap kasus yang terhitung paling cepat, yakni 1 kasus pencurian dengan pemberatan atau Curat bobol rumah. Yang mana hanya butuh 1×24 jam 1 Tersangka berhasil ditangkap. Dalam kasus ini kerugian korban mencapai Rp146 juta. Sementara bukti yang diamankan ialah uang tunai sebesar Rp128,7 juta. Pasal yang disangkakan yaitu 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Selain puluhan kasus sukses diungkap oleh Sat Reskrim, Kapolres menyebut jajaran Sat Reskoba juga berhasil mengungkap kasus narkoba total 8 kasus selama Maret 2023.

Baca Juga :   Seorang Kakek Ditemukan Meninggal Dunia di Pos Kampling Sukosewu Bojonegoro

Rinciannya yaitu, dari 3 Kasus narkotika jenis sabu ditangkap 3 Tersangka. Satu Tersangka merupakan pengedar sedangkan dua lainnya adalah pemakai. Lalu sebanyak 4 Tersangka ditangkap dalam kasus perdagangan obat keras dan berbahaya. Dan 1 Tersangka ditangkap dari kasus narkotika jenis karnopen.

Barang bukti diamankan yakni 8,59 gram sabu, uang tunai, 387 butir obat obatan keras berbahaya jenis pil dobel L, serta karnopen. Tersangka diduga telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sanksi pidananya minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati.

“Kemudian terkait perdagangan obat keras dan berbahaya, Tersangka diduga melanggar UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman sanksi pidananya 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *