Volume Sampah di Kabupaten Blora Capai 28,183 Ton Per Hari Selama Lebaran

Seorang warga sedang mengais sisa sampah yang masih dimaanfaatkan di TPA Blora.(MC/Blora)

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Volume sampah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meningkat signifikan selama libur lebaran. Jika hari biasa rata-rata 20,04 ton/hari, meningkat menjadi 28,183 ton/hari.

“Ada peningkatan volume sampah sebanyak 8,143 ton per hari atau sebesar 40,63 persen yang masuk ke TPA,” kata Kepala DLH Kabupaten Blora Istadi Rusmanto.

Istadi menyampaikan, selama libur Idulfitri 1444 Hijriah, petugas kebersihan, baik penyapu jalan maupun petugas TPA tetap aktif melaksanakan tugas dan tidak libur.

“Ini dalam rangka agar kebersihan dan kenyamanan kota tetap terjaga, apalagi banyak Diaspora yang kemudian mudik di kampung halaman tercinta, Kabupaten Blora,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, DLH Kabupaten Blora telah menyelenggarakan Kongres Sampah pada tanggal 13-14 Maret 2023 lalu, yang menghasilkan tujuh rekomendasi.
Pertama, hasil rekomendasi kongres sampah adalah bersama-sama dengan semua pihak untuk mewujudkan desa/kelurahan mandiri pengelolaan sampah di Kabupaten blora.

“Tindak lanjut yang kami lakukan dalam rangka menuju pemenuhan rekomendasi kongres sampah poin pertama tersebut, bahwa kami selaku dinas teknis pada tahun ini akan memberikan stimulan dengan membangun 15 gedung bank sampah di desa dan kelurahan di kabupaten Blora,” terang Istadi.

Pada tahun ini pula Kementerian PUPR akan membangun 10 TPS3R yang akan ditempatkan di desa-desa di Kabupaten Blora. Diharapkan nantinya mampu melakukan pengelolaan sampah mandiri di wilayah masing-masing.

Baca Juga :   Mensesneg Pratikno Sebut Akan Ada Pabrik Methanol di Kawasan Cepu Raya

Poin kedua, lanjut Istadi, hasil rekomendasi kongres sampah adalah bersama-sama dengan semua pihak mewujudkan lembaga pendidikan dan perkantoran mandiri pengelolaan sampah di Kabupaten Blora.

“Bahwa di Kabupaten Blora saat ini sudah terdapat 106 sekolah dengan status adiwiyata, dengan rincian 2 sekolah adiwiyata nasional yakni SMAN 2 Blora dan SMPN 1 Todanan, 18 sekolah adiwiyata tingkat provinsi, 86 sekolah adiwiyata tingkat kabupaten,” bebernya.

Pada tahun 2023 ini, lanjutnya, akan mengajukan sekolah adiwiyata mandiri dua sekolah, adiwiyata nasional 2 sekolah,adiwiyata provinsi 4 sekolah, adiwiyata kabupaten 10 sekolah.

“Sekolah adiwiyata pada hakikatnya adalah menciptakan sekolah yang sehat, bersih dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang didalamnya juga meliputi kegiatan pengelolaan sampah. kami berharap, semua sekolah bersemangat untuk menjadi sekolah adiwiyata,” ungkapnya.

Untuk rekomendasi hasil konggres yang ketiga harus koordinasi dulu dengan Bappeda, Bagian Hukum Setda Blora, Dinas PMD. Hal itu karena dalam mewujudkan Desa/Kelurahan mandiri pengeleloaan sampah didukung anggaran keuangan Desa/Kelurahan.

Rekomendasi hasil kongres yang keempat adalah bersama-sama mensosialisasikan dan mengkampanyekan pengurangan sampah dan pengelolaan sampah di Kabupaten Blora.

Baca Juga :   Nani Afrida dan Bayu Wardhana Pimpin AJI Indonesia

“Kami berharap setiap orang, setiap lembaga bersama-sama mensosialisasikan dan mengkampanyekan pengurangan sampah dan pengelolaan sampah dimanapun berada,” tambahnya.

Rekomendasi kelima hasil kongres sampah adalah pengurangan dan pengelolaan sampah masuk dalam kurikulum pendidikan formal maupun informal. Keenam hasil kongres sampah adalah pemanfaatan sampah pada skala rumah tangga. Ketujuh peningkatan SDM dan penyediaan sarana prasarana teknologi pengelolaan sampah.

Menindaklanjuti hasil kongres sampah tersebut, DLH bersama dengan Dinas Pendidikan, materi pengelolaan sampah masuk di dalam Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka, yang mana salah satu materi P5 adalah pengelolaan sampah.

Selain itu bersama PEP Akamigas mengembangkan salah satu teknologi pengolahan sampah organik daun dan ranting untuk diolah menjadi briket dan telah dilakukan pelatihan pembuatan briket kepada anggota bank sampah induk (BSI).

“Bupati Blora sebelumnya juga telah mengeluarkan surat edaran nomor 658.1/1860/2023 tanggal 11 April 2023 tentang pengendalian sampah dalam rangka mudik Lebaran, dalam rangka kampanye dan menjaga agar lingkungan tetap bersih selama libur Idulfitri 2023,” pungkas Istadi.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *