Suarabanyuurip.com – d suko nugroho
Blora – Progres proyek pembangunan bendungan Karangnongko memasuki tahap pengadaan lahan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk area Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Secara teknis, bendungan Karangnongko nantinya akan memiliki luas genangan (full supply water) 1.026,55 ha, kapasitas tampungan efektif sebesar 59,1 juta m3, serta potensi irigasi pada Solo Valley Werken seluas 62.000 ha.
Selain itu bendung gerak Karangnongko juga akan memberikan manfaat berupa suplai air daerah irigasi (D.I.) Karangnongko kiri 1.746 ha sebesar 2,85 m3/dt, Suplai Air D.I. Karangnongko Kanan 5.203 ha sebesar 7,90 m3/dt, penyediaan air baku untuk Kab. Blora, Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban sebesar 1,15 m3/dt, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Kepala BBWSBS, Maryadi Utama menjelaskan, pembangunan Bendungan Karangnongko berdasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020, yakni Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional; Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 yakni Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional; serta Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 tahun 2019 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2019, tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan.
Maryadi juga meminta dukungan kepada semua pihak terkait untuk keberlangsungan pembangunan Bendungan Karangnongko.
“Semoga pembangunan Proyek Strategis Nasional ini dapat berjalan lancar sesuai target dan nantinya memberikan manfaat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya saat rapat koordinasi (rakor) bersama Bupati Blora Arief Rohman dan jajarannya dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangungan Bendungan Karangnongko, di Kantor BBWSBS, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/04/2023).
Bupati Arief Romhan menambahkan bahwa melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan, dapat meningkatkan percepatan pembangunan bendungan Karangnongko.
“Diharapkan nantinya pariwisata di Kabupaten Blora akan berkembang dengan adanya pembangunan Bendungan Karangnongko,” tegasnya.(suko)





