Antisipasi Kelangkaan LPG, DPRD Minta Pemkab Bojonegoro Ajukan Tambahan Kuota Jargas

Karyawan Pertamina sedang melakukan pengecekan jaringan gas.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Tabung gas LPG 3 kilogram (kg) di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, langka di tingkat pangkalan sejak awal bulan ini. Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro mendorong pemerintah kabupaten (Pemkab) mengajukan tambahan kuota jaringan gas (jargas) agar merata.

“Tambahan kuota jargas itu untuk mengantisipasi kelangkaan gas LPG agar tidak menyulitkan masyarakat,” kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri.

Dia mengatakan, kelangkaan gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg kemarin sangat dikeluhkan masyarakat. Sebab, mereka saat memasak di dapur kembali menggunakan kayu bakar.

“Apalagi masyarakat sudah tergantung pada gas LPG, tentu sangat resah jika terjadi kelangkaan,” katanya, kepada SuaraBanyuurip.com.

Karena itu, DPRD Bojonegoro mendorong Pemkab Bojonegoro melakukan pengajuan tambahan kuota jargas di wilayah Bojonegoro. Agar nantinya semua masyarakat bisa merasakan secara merata.

“Apalagi Bojonegoro juga memiliki sumber gas di Jambaran Tiung Biru (JTB),” ujarnya.

Namun, Pemkab Bojonegoro juga harus mempertimbangkan terkait banyaknya meteran pelanggan jargas yang dicabut. Sebanyak sekira 1.050 meteran pelanggan jargas di wilayah Bojonegoro dicabut ini juga harus menjadi bahan evaluasi karena banyak yang menunggak bayar.

Baca Juga :   DPRD Sebut Politik dan Pandemi Sebabkan SiLPA APBD Bojonegoro Tinggi

“Misalnya sosialisasi kepada masyarakat terkait jargas yang lebih hemat dibandingkan LPG. Dan antisipasi saat LPG langka,” ucapnya.

Terpisah Area Head PGN Bojonegoro, Mochamad Arif mengatakan, pengajuan tambahan kuota jargas langsung kepada Ditjen Migas. Sementara untuk pengembangan jaringan baru bisa langsung ke PGN. Namun, nantinya akan dihitung kelayakaanya masuk atau tidak.

“Misalnya seperti yang di Perumahan Perumda dan Wisma Indah Bojonegoro mereka sudah mengajukan ke PGN di tahun 2022 namun dihitung tidak layak oleh PGN sehingga batal,” tandasnya.

Untuk diketahui pemasangan pipa jargas di Kabupaten Bojonegoro ada di tiga kecamatan meliputi wilayah Kota Bojonegoro, Gayam dan Ngasem. Rinciannya, 6.000 SR di wilayah perkotaan, 4.000 SR di Kecamatan Gayam dan Ngasem.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *