Pemkab Bojonegoro Tindak Lanjuti Kebijakan Pembelian LPG 3 Kg Gunakan KTP

Pemkab Bojonegoro tindak lanjuti kebijakan pembelian LPG 3 Kg gunakan KTP agar tepat sasaran.
Pemkab Bojonegoro tindak lanjuti kebijakan pembelian LPG 3 Kg gunakan KTP agar tepat sasaran.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menindaklanjuti kebijakan pembelian gas LPG 3 Kg yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) agar tepat pada sasaran. Salah satu caranya yaitu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim)

Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto mengatakan, dalam menetapkan kebijakan nasional tersebut, kini Pemkab Bojonegoro masih melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim. Tujuannya agar subsidi yang diberikan tepat sasaran.

“Masih koordinasi dengan provinsi dulu. Karena kebijakan LPG bersubsidi dikeluarkan pusat berlaku nasional,” kata Adriyanto kepada Suarabanyuurip.com, Senin (10/06/2024).

Terpisah, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Sukur Priyanto, mendorong Pemkab Bojonegoro agar segera menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan pembelian gas LPG 3 kg menggunakan KTP. Sehingga pembelian bisa tepat sasaran.

“Pemkab Bojonegoro harus segera menindaklanjuti kebijakan tersebut. Karena kebutuhan gas bagi masyarakat miskin itu krusial,” ujar pria tampan ini.

Politikus kawakan dari Partai Demokrat itu menggarisbawahi, jangan sampai masyarakat penerima subsidi justru kesulitan mendapat LPG bersubsidi karena belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah terkait kebijakan dari pemerintah pusat itu.

Baca Juga :   Jaga Daya Saing Industri, Pemerintah Pertahankan Subsidi Energi

Sementara itu, salah satu warga di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, Qomariyah beranggapan, kebijakan pemerintah yang menerapkan pendataan menggunakan KTP bagi warga yang membeli LPG 3 Kg ini sudah tepat agar pembelian LPG tepat sasaran.

“Pendataan menggunakan KTP ini kemungkinan bisa mengidentifikasi jumlah masyarakat yang memang membutuhkan (LPG 3kg),” ungkapnya.

Dalam berita sebelumnya, selain menerapkan pendataan menggunakan KTP bagi warga yang membeli LPG 3 Kg, Pertamina Patra Niaga juga telah menambah jumlah pangkalan di setiap desa.

 “Jumlah Agen LPG di Bojonegoro sekarang ada 23 unit, sedangkan untuk jumlah pangkalan ada 1.257 unit,” beber Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Bojonegoro-Tuban, Fajar Wasis.

Untuk diketahui, jumlah kebutuhan atau konsumsi normal harian LPG 3kg di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 34.670 tabung per hari. Jumlah tersebut mengalami kenaikan pada tiga bulan terakhir.

Saat ini, jumlah penyaluran yang dilakukan Pertamina sudah melebihi kuota. Jumlahnya sebanyak 1.150.000 tabung LPG 3 Kg atau 102 persen. Penggunaan LPG itu seharusnya hanya boleh dipakai oleh kelompok nelayan, petani, UMKM, dan rumah tangga miskin.(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *