Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Jaringan gas (jargas) bumi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikeluhkan masyarakat karena sering mati saat akan digunakan masak. Setidaknya ada sekira 1.500 jaringan pelanggan yang mati diduga akibat pembangunan drainase.
Salah satu warga Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Sugeng mengatakan, kondisi jargas rumah tangga yang mati sangat menyulitkan saat akan digunakan untuk memasak. Apalagi jargas sudah menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai gas alam pengganti LPG.
“Seminggu kemarin dalam sehari jargas mati sebanyak dua kali dan belum tahu apa penyebabnya,” katanya, Kamis (22/6/2023).
Dia mengatakan, matinya jaringan gas membuat pekerjaan rumah tangga sempat terhambat. Misalnya saat memasak terpaksa harus menggunakan LPG 3 kg lagi.
Sementara itu, Area Head PGN Bojonegoro, Mochamad Arif mengatakan, jaringan gas di wilayah Bojonegoro terutama di sektor tiga dan empat sempat mengalami gangguan karena ditengarai dampak proyek pembangunan drainase.
“Pipa mengalami kebocoran beberapa kali akibat pembangunan drainase di wilayah perkotaan Bojonegoro, sehingga harus menutup aliran gas. Setidaknya ada sekira 1.500 jaringan pelanggan yang mati,” kata Arif sapaan akrabnya.
Dia mengatakan, penutupan jargas dilakukan hampir delapan jam karena pipa besar berukuran kurang lebih 180 milimeter bocor akibat terkena gesekan. Namun, PGN telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro untuk meminimalisir terjadinya kebocoran pipa.
“Terjadinya kebocoran pipa jargas pada 13 Juni lalu. Namun, seluruh pelanggan jangan khawatir karena petugas stay di lapangan selama 24 jam untuk meminimalisir kebocoran,” pungkasnya.(jk)





