PMII Bojonegoro Akan Kawal Kasus Tambang Batu Kapur

Kasus tambang batu kapur Bojonegoro.
PMII Bojonegoro akan mengawal kasus tambang batu kapur di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur menyebut kasus tambang batu kapur hingga mengakibatkan tiga warga Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno menjadi terdakwa sebagai bentuk kriminalisasi. Ketiga warga dituduh melakukan penghalangan aktivitas tambang dalam unjuk rasa yang digelar warga setempat.

Ketiga terdakwa adalah Akhmad Imron, Isbandi, dan Parno. Mereka telah menjalani persidangan kelima di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro.

Wakil Ketua II Bidang Eksternal PC PMII Bojonegoro M. Rifka Arif Syahrizal menyatakan, akan segera melakukan konsolidasi bersama pengurus cabang untuk membahas polemik tambang batu kapur di Desa Sumuragung.

“Apalagi ada tiga warga yang dijadikan terdakwa setelah dipolisikan PT Wira Bumi Sejati karena diduga melakukan penghalangan aktivitas tambang,” katanya, Senin (2/10/0223).

Dia mengatakan, PMII Bojonegoro akan terus mengawal persoalan polemik tambang kapur antara warga Sumuragung dengan PT Wira Bumi Sejati (WBS). Sebab yang dilakukan warga dinilai sudah benar, karena menyuarakan pendapat untuk kepentingan publik.

“Warga sebenarnya ingin keterbukaan kompensasi tambang Sumuragung dan perizinan tambang,” tandasnya.

Baca Juga :   Kecewa Dapat Laporan Kompensasi 2 Tahun, Unras Warga Sumuragung Ricuh

PMII Bojonegoro, tambah Arif selanjutnya akan melakukan kajian dan mengajukan audiensi ke DPRD. Disinyalir ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kasus tambang batu kapur di Desa Sumuragung.

“Nanti kami akan mengajukan audiensi untuk mengawal kasus ini,” tegasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *