SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Abdul Wahid Azar, Calon Legislatif DPR RI, Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur IX, Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, berhasil meraih penghargaan bergengsi Indonesia Executive Professional & Leadership Awar 2023, untuk katagori Candidates for Legislatif with the best vision, mission, and work Program award 2023. Penghargaan diterima Abdul Wahid Azar pada 3 November 2023, di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta.
Ajang Indonesia Executive Professional & Leadership Award 2023 merupakan penghargaan tahunan yang digagas oleh National Award Foundation dan Meditama Award Manajement serta Indonesia Excellent Center (IEC).
Calon legislator Abdul Wahid Azar, dinilai layak mendapatkan penghargaan untuk katagori Candidates for Legislatif with the best vision, mission, and work program Award 2023 karena dalam proses pencalegan telah membuat visi, misi dan program kerja dalam suatu website www.wahidproinovasi.id. Disamping itu dia juga membuat curriculum vitae dan perjalanan karir hidupanya dari kecil diuraikan dan ditata secara apik dalam website tersebut sehingga pemilih dapat meng-akses, melihat detil sosoknya.
Calon legislator asli Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, ini juga menerbitkan buku berjudul “Bondo Nekad, Tekad Wong ndeso Jadi Legislator” yang diterbitkan juga dalam versi digital yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Dengan buku ini diharapkan para pemuda Indonesia untuk optimis dan berani maju menjadi calon legislatif.
“Keterbukaan adalah landasan yang penting dalam menjalankan tugas mewakili masyarakat. Dengan membuka daftar riwayat hidup dan program kerja visi dan misi, serta penerbitan buku ini, saya ingin memperlihatkan bahwa saya berkomitmen untuk bertindak dengan jujur dan transparan,” ujar Cak Wahid panggilan akrabnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (4/11/2023).
Ia berpesan kepada pemuda yang ingin menjadi calon legislatif harus berkomitmen pada nilai-nilai etika politik, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan optimisme yang sehat dan komitmen kuat, pemuda dapat berperan penting dalam politik dan membantu membangun masa depan yang lebih baik bagi daerahnya.
Peran Aktif dalam Penanggulangan pengangguran
Pengangguran yang tinggi adalah masalah serius yang memerlukan upaya penanggulangan yang berkelanjutan. Tingginya tingkat pengangguran dapat berdampak negatif pada ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

Calon legislator Abdul Wahid Azar menjelaskan penting untuk memahami bahwa penanggulangan pengangguran adalah usaha jangka panjang, dan tidak selalu ada solusi instan. Kebijakan dan program yang efektif memerlukan perencanaan dan kerja keras dari berbagai pemangku kepentingan, serta perhatian terus menerus terhadap perubahan dalam ekonomi dan pasar kerja.
“Sebagai caleg, saya harus berperan aktif tidak hanya cukup mendengar tetapi menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi pengangguran dan membantu masyarakat mencapai kesejahteraan ekonomi yang lebih baik,” tegas Cak Wahid.
Selain itu, dirinya juga masuk dalam entitas dunia Pendidikan yang menciptakan calon tenaga kerja, menjadi motivator dan membangkitkan semangat mereka agar bekerja keras untuk meraih sukses, peluang dan challenge untuk anak muda.
“Dengan cara ini saya harapkam kelak mereka dapat memilih apa yang diimpikannya,” tegas Cak Wahid.
Kawasan Ekonomi Khusus Solusi Kemiskinan dan Pengangguran
Untuk menciptkan peluang kerja yang lebih besar dan tidak terjadi penumpukan angka pengangguran yang tinggi akibat lulusan SMA/SMK yang tidak terserap pekerjaan diperlukan program kerja yang ektrem dan integrative serta berkelanjutan. Salah satu program yang tepat adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, yang mana keduanya bisa diintegrasikan satu sama lain dan saling mendukung.
Menurut Cak Wahid, pembangunan industri terintegrasi dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi tingkat pengangguran di daerah seperti Bojonegoro dan Tuban. Dengan mengintegrasikan berbagai sektor industri, dapat menciptakan peluang pekerjaan yang lebih banyak, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan mendiversifikasi perekonomian daerah.
“Pembangunan industri terintegrasi memerlukan perencanaan yang matang, kolaborasi antara pemerintah, bisnis, dan lembaga pendidikan, serta komitmen jangka panjang untuk mencapai tujuan ini. Dengan upaya bersama, saya yakin Bojonegoro dan Tuban dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik dan mengurangi pengangguran,” pungkasnya.(suko)



