Momentum Pemilu Legislatif Bojonegoro : Satu Aksi Tolak Money Politik, Mengubah Kutukan Sumber Daya Alam Menjadi Kesejahteraan

Abdul wahid azar.
Abdul Wahid Azar (baju hitam).

Oleh : H. ABDUL WAHID AZAR, SH

Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya pemilihan legislatif (Pileg) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bukan sekadar sebuah pesta demokrasi, tetapi suatu peristiwa monumental di mana rakyat bersatu dalam satu aksi untuk membawa perubahan dan menciptakan satu harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dalam momentum ini, setiap suara, setiap langkah, dan setiap tindakan memiliki makna yang mendalam.

Satu aksi untuk menggugah kesadaran politik, Pileg menjadi panggung bagi rakyat Bojonegoro untuk satu aksi besar dalam menggugah kesadaran politik. Masyarakat tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi pemain aktif dalam proses demokrasi, memahami pentingnya partisipasi dan pengaruh suara mereka dalam membentuk kehidupan politik kota.

Satu harapan untuk perubahan nyata, Setiap suara yang dilemparkan di tempat pemungutan suara adalah satu harapan untuk perubahan nyata. Rakyat Bojonegoro menggunakan hak pilih mereka untuk memilih pemimpin yang akan menjadi agen perubahan, mewakili aspirasi dan kebutuhan rakyat, serta memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan kota.

Satu semangat bersama untuk kemajuan, setiap langkah yang diambil menuju tempat pemungutan suara adalah satu semangat bersama untuk kemajuan Bojonegoro. Rakyat bersatu dalam tekad untuk membawa kota mereka ke tingkat yang lebih tinggi, membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi, pendidikan yang lebih baik, dan pelayanan publik yang lebih efisien.

Bojonegoro adalah sebuah daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, kini berdiri di ambang perubahan yang monumental. Meskipun ditakdirkan dengan keberlimpahan sumber daya alam dan kelimpahan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) tertinggi di Indonesia, namun Bojonegoro masih terperangkap dalam kisah paradoks kekayaan, dengan kendala kemiskinan, pengangguran, stunting, dan tingkat perceraian yang tinggi menjadi bayang-bayang yang sulit dihapuskan. Bahkan harapan pemuda Bojonegoro untuk dapat bekerja di wilayah ekploitasi minyak hanya mimpi.

Kondisi stunting yang tinggi di kalangan anak-anak menjadi indikator masalah serius dalam pemenuhan gizi dan kesehatan. Meskipun sumber daya alam melimpah, akses terhadap makanan bergizi dan pemahaman mengenai pentingnya gizi masih menjadi hambatan. Masyarakat Bojonegoro harus bersatu untuk mengatasi masalah ini dan memastikan setiap anak tumbuh dengan sehat dan berdaya.

Tingginya tingkat perceraian di Bojonegoro juga menunjukkan ketidakstabilan dalam struktur keluarga. Pengangguran dan tekanan ekonomi dapat menjadi pemicu pertengkaran keluarga, sehingga mengancam keberlanjutan rumah tangga. Kota ini perlu menghadapi masalah ini dengan pendekatan holistik, memperkuat ekonomi keluarga dan memberikan dukungan sosial yang diperlukan.

Baca Juga :   Ditemukan Pergeseran Suara, Bawaslu Bojonegoro : 120 Dokumen C Hasil Harus Dibuka

Paradoks of plenty yang menghantui Bojonegoro tidak hanya terbatas pada aspek sosial dan ekonomi. Pengelolaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dapat merugikan lingkungan dan menciptakan ketidakseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah konkret untuk melibatkan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan memastikan bahwa kekayaan alam Bojonegoro diwarisi oleh generasi mendatang.

Dengan semangat bersama dan komitmen untuk menghadapi tantangan, Bojonegoro memiliki kesempatan untuk keluar dari bayang-bayang kemiskinan dan mengubah paradoks kekayaannya menjadi berkah bagi seluruh masyarakat. Pemuda Bojonegoro, dengan kecerdasan, inovasi, dan semangat juang, dapat menjadi agen perubahan yang membawa kabupaten ini ke tingkat baru kemakmuran dan kesejahteraan. Dengan bersatu, Bojonegoro dapat mengatasi tantangan ini dan menulis babak baru dalam sejarahnya yang penuh harapan.

Politik Uang Membeli Suara, Masyarakat Bojonegoro yang Menderita

Politik uang yang melibatkan pemberian uang dalam jumlah besar kepada pemilih tidak hanya merusak prinsip demokrasi, tetapi juga mengakibatkan terpilihnya para wakil rakyat yang tidak memiliki tanggung jawab nyata terhadap kepentingan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, warga Bojonegoro menyaksikan bahwa para pejabat terpilih lebih berorientasi pada pemeliharaan kekuasaan dan kepentingan pribadi daripada pelayanan kepada rakyat Bojonegoro.

Abdul wahid azar.
Caleg DPR RI Partai Demokrat, H. Abdul Wahid Azar,SH. Memberikan motivasi dalam live ivent Career Talk, memotivasi siswa SMA/SMK, Para santri,peluang kerja, peluang Beasiswa dalam dan Luar negeri.Upaya menanggulangi pengangguran di Bojonegoro dan Tuban.

Konsekuensi dari terpilihnya para pemimpin yang kurang berkomitmen terhadap pelayanan masyarakat terlihat dalam peningkatan angka kemiskinan. Warga Bojonegoro, terutama mereka yang kurang berdaya, terus hidup dalam kondisi sulit, sementara tingkat pengangguran melonjak tinggi. Para pemuda, yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan daerah, malah terpinggirkan dengan kurangnya kesempatan kerja di wilayahnya sendiri.

Kursi-kursi kafe di Bojonegoro semakin penuh dengan pemuda yang kesempatan kerjanya terbatas. Minimnya lapangan pekerjaan lokal membuat banyak pemuda beralih menjadi pengunjung tetap kafe daripada mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan potensi mereka. Kondisi perekonomian yang sulit memberikan dampak kesehatan yang serius, terutama pada anak-anak. Tingginya angka stunting menjadi cerminan ketidakpastian gizi dan kesehatan di kalangan keluarga yang kurang mampu. Sementara itu, angka perceraian meningkat karena tekanan ekonomi dan kurangnya dukungan dalam menciptakan kondisi hidup yang layak.

Baca Juga :   Kirab "Gunung Kembar Pametu Bumi" Menuju Petilasan Syekh Siti Jenar

Pemuda Bojonegoro, Diberdayakan Songsong Pileg yang Bersih

Pemuda Bojonegoro, yang mungkin sebelumnya merasa terintimidasi oleh arus politik uang, kini telah menemukan kekuatan dan pemberdayaan untuk turut serta dalam proses demokrasi. Mereka telah berubah menjadi pelaku utama yang memegang kendali dalam merancang masa depan daerah, membawa semangat integritas dan idealisme yang kuat.

Abdul Wahid Azar.
Abdul Wahid Azar saat memberikan motivasi kepada pelajar tingkat SMK/SMA.

Di masa lalu, politik uang mungkin telah menciptakan hambatan bagi partisipasi aktif pemuda dalam ranah politik. Namun, perubahan telah terjadi. Pemuda Bojonegoro tidak lagi merasa terbelenggu oleh praktik yang merugikan ini. Mereka menyadari bahwa keberanian mereka untuk melawan politik uang adalah kunci untuk membebaskan diri dan membangun Bojonegoro yang lebih baik.

Diberdayakan oleh semangat demokrasi, pemuda Bojonegoro telah mengambil peran yang lebih proaktif dalam proses politik. Mereka bukan hanya penonton, melainkan pionir yang memimpin perubahan. Semangat integritas mereka menjadi pendorong utama untuk memastikan bahwa Pileg di Bojonegoro berlangsung tanpa campur tangan politik uang yang merugikan.

Pemuda Bojonegoro membawa semangat idealisme yang kuat dalam setiap langkah mereka. Mereka percaya bahwa hanya melalui proses politik yang bersih dan transparan, mereka dapat membawa Bojonegoro menuju masa depan yang lebih cerah. Keinginan untuk melihat kota mereka berkembang, dan memberikan peluang setara bagi semua warganya menjadi api yang membara dalam hati mereka.

Dalam Pileg yang bersih dari pengaruh politik uang, harapan pemuda Bojonegoro menjadi terang benderang. Mereka tidak hanya memilih calon berdasarkan popularitas atau janji manis, tetapi dengan cerdas menilai integritas, kapabilitas, dan dedikasi calon dalam mewujudkan perubahan positif. Suara pemuda menjadi kekuatan yang menguatkan fondasi demokrasi Bojonegoro.

Pemuda Bojonegoro harus berani tegas bahwa masa depan daerah tidak dapat ditinggalkan di tangan politik uang. Dengan semangat dan keberanian mereka, mereka telah membuka jalan menuju pemilihan yang lebih adil dan kota yang lebih sejahtera. Harapan pemuda menjadi pancaran terang yang menyinari Pileg, menerangi jalan bagi Bojonegoro yang bersih dan berdaya.

Penulis adalah : Caleg DPR RI Partai Demokrat/Bendaha Umum Ikatan Persaudaran Haji Indonesia/Ketua Penanggulangan Stunting Nasional Kerja Sama IPHI dan BKKBN pusat.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *