Desa Sekitar Migas Blok Cepu Dilanda Banjir Luapan Bengawan Solo, Puluhan KK Terdampak dan 4 KK Dievakuasi

Banjir bengawan solo.
Tim Destana Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu mendistribusikan makanan kepada warga terdampak banjir luapan Bengawan Solo.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sedikitnya 49 kepala keluarga (KK) di ring satu lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cep, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terdampak banjir luapan sungai Bengawan Solo. Empat KK diantaranya terpaksa dievakuasi dari tempat tinggalnya karena ketinggian air di dalam rumah mencapai sepinggang orang dewasa.

Selain menggenangi permukiman warga, banjir luapan Sungai Bengawan Solo juga merendam lahan pertanian, perkebunan, dan fasilitas publik. Ketinggian air bervariasi.

“Untuk di jalan ketinggian air lebih tinggi. Sedada orang dewasa,” ujar Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan kepada suarabanyuurip.com, Senin (11/3/2024).

Musibah sehari menjelang awal puasa ramadan mulai melanda Sukoharo Minggu (10/3/2024). Air luapan sungai Bengawan Solo memasuki permukiman warga, merendam fasilitas publik, lahan pertanian dan perkebunan seluas sekitar 2,5 hektar. Pemerintah Desa bersama Muspika Kecamatan Kalitidu sejak Minggu malam melakukan siaga banjir.

“Tadi malam empat KK kita evakuasi dari tempat tinggalnya karena debit air terus naik,” ucap Sulis, panggilan akrabnya.

Baca Juga :   Sukoharjo Berharap Segera Ditetapkan Desa Penghasil Migas, Pj Bupati Bojonegoro : Sedang Direview Bappeda

Pemerintah Desa Sukoharjo, lanjut dia, sejak Minggu malam telah mendirikan dapur umum. Tim desa tanggap bencana (Destana) juga telah mendistribusikan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir luapan sungai Bengawan Solo.

Banjir bengawan solo.
Pemerintah Desa Sukoharjo bersama tim Destana mendirikan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

“Semua masih siaga, karena meski Karangnonongko sejak sore kemarin sudah turun tapi ketinggian air di sini masih stabil,” pungkas Sulis.

Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo juga merendam lahan pertanian di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, sekitar lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Ada sekitar 1 hektar tanaman siap panen dan tanaman kedelai terendam banjir.

“Kalau untuk lahan padi sebagian besar sudah dipanen, tapi masih ada sekitar kurang satu hektar yang belum dipanen terendam banjir. Juga tanaman kedelai yang baru ditanam juga terendam,” ujar Rofiq, salah satu perangkat Desa Sudu.

Dikonfirnasi terpisah, Petugas Pembaca TMA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Budi Susanto menjelaskan, status siaga merah Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terjadi pukul 23.00 Minggu (10/3/2023) malam, yakni naik 14.65 pielschal. Dampaknya, permukiman warga, lahan pertanian, fasilitas publik yang berada di bantaran sungai terendam banjir.

Baca Juga :   Banjir Luapan Bengawan Solo Rendam Jalan dan Rumah Warga Blora
Banjir luapan Sungai Bengawan Solo.
Kondisi banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda permukiman warga.

Sejumlah desa terdampak banjir diantaranya berada di Kecamatan Ngraho, Padangan, Kasiman, Malo, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, dan Baureno.

“Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro masih menunjukkan tren kenaikan,” ujar Budi.

Tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo pada pukul 10.00 wib berada di titik 14.77 pielschal. Kondisi TMA ini meningkat dari sebelumnya 14.74 pielschal pada pukul 09.00 Wib. Kenaikan debit ini disebabkan Bendungan Karangnongko sudah mulai surut meskipun lambat.

“Bojonegoro sendiri naiknya juga lambat tidak terlalu signifikan,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *