SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan meresmikan peningkatan produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025).
Kedatangan Menteri Bahlil kabarnya untuk mewakili Presiden Prabowo Subianto meresmikan peningkatan produksi minyak lapangan Banyu Urip dari 150 ribu barel per hari (bph) menjadi 180 ribu bph. Peningkatan produksi ini dihasilkan dari proyek Banyu Urip Infil Clastic (BUIC) yang dilaksanakan EMCL.
Menteri Bahlil akan didampingi Plt Direktur Jendral (Dirjen) Migas Tri Winanrno, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
Informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com, sejumlah persiapan telah dilakukan EMCL untuk persiapan peresmian peningakatan produksi minyak Blok Cepu oleh Menteri Bahlil di lokasi lapangan Banyu Urip. Di antaranya menggelar rapat koordinasi dengan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Komandan Kodim 0813 Letkol Czi Arief Rochman Hakim, dan Wakil Kepala (Waka) Polres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo, Selasa (24/6/2025), di kantor EMCL.
“Bukan Presiden Prabowo yang datang, tapi Menteri ESDM pak Bahlil. Info awalnya pak Bahlil sama Pak Eric Tohir. Infonya Kamis tanggal 26 Juni pukul 14.00 wib,” kata salah satu pekerja di lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, Selasa (24/6/2025).
Kepala Bagian Protokol dan Pimpinan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopim) Bojonegoro, Teguh Aris Setyobudi membenarkan kabar rencana kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang dioperasikan EMCL.
“Baru info sementara Mas, untuk kepastian jadwal kami belum dapat info dari Sekpri,” kata Teguh dikonfirmasi terpisah.
Teguh juga membernarkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama EMCL, Dandim 0813 Letkol Czi Arief Rochman Hakim, dan Waka Polres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo hari ini, Selasa (24/6/2025) siang, melaksanakan rapat koordinasi untuk menyambut kedatangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di lapangan Banyu Urip.
“Iya betul,” ucap Teguh kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan WhatsApp.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan juga membenarkan rencana kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
“Rencananya demikian pak. Kemungkinan Kamis,” kata Febri dikonfirmasi terpisah.
Febri menjelaskan, agenda Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk meresmikan peningkatan produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu.
“Ada peningkatan kurang lebih 25 ribu bph,” pungkasnya.
Sebagai informasi, EMCL telah melaksanakan proyek BUIC sejak 2024 lalu. Proyek ini bertujuan mengurangi rasio natural decline di Lapangan Banyu Urip. Ada tujuh sumur infillclastic yang akan dibor.
Dari target pengeboran tujuh sumur BUIC, EMCL telah menyelesaikan pengeboran dua sumur infill B 12 dan B13 pada 2024. Jumlah produksi dua sumur tersebut sebanyak 14.000 bph pada 2024.
Pengeboran lima sumur BUIC lagi dilanjutkan tahun 2025 ini secara berseri. Yakni Sumur C13, C14, dan C19. Kemudian 2 sumur clastic yakni C15 dan C21. Pengeboran 7 sumur BUIC diperkiraan akan memberikan tambahan produksi minyak Blok Cepu sebesar 42.92 MMBO (million barel oil/juta barel minyak).
Total investasi proyek BUIC Blok Cepu mencapai US$203,5 juta atau Rp3,25 triliun. Dari investasi tersebut perkiraan ada tambahan penerimaan negara sekitar US$2,1 miliar atau Rp33,6 triliun.(suko)




