Gerakan Pemuda Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah.
Pengukuhan pemuda mihammadiyah.

Oleh: M. Imam Akbar Al-Haromein, M.Agr

Dua Mei tahun ini, Pemuda Muhammadiyah memasuki usia 92 tahun. Rentang usia yang panjang untuk menghadirkan dinamika, rangkaian cerita, dan pasang-surut gerak perjuangan. Tentu, dalam usia menjelang satu abad, Pemuda Muhammadiyah telah membuktikan mampu bertahan dalam turbulensi, disrupsi, dan berganti-gantinya semangat zaman. Tentu pula, masih menjadi misteri: Mampukah Pemuda Muhammadiyah menapaki usia demi usia ke depan?

Mundur ke belakang, pada tahun 1918, sepulang dari Kota Solo, Kiai Ahmad Dahlan mengumpulkan para muridnya untuk mendiskusikan perkara yang mengusik sekaligus menarik minatnya. Selama di Solo, Kiai Dahlan menyaksikan para pemuda-pemudi di halaman istana Mangkunegaran berbaris rapi, berpakaian rapi, bertopi. Para pemuda tersebut sedang mengikuti latihan kepanduan. Atas peristiwa itulah, Kiai Dahlan kemudian mendirikan gerakan kepanduan untuk melatih baris-berbaris, mendidik keterampilan hidup dan budi pekerti, serta mengajarakan semangat untuk saling tolong-menolong sesama.

Semula, organisasi kepanduan yang dididrikan Kiai Dahlan ini bernama Padvinder Muhammadiyah, kemudian diubah menjadi Hizbul Wathan (HW). Sesuai namanya, organisasi kepanduan ini memiliki kredo dan semangat cinta tanah air. Para pemuda Hizbul Wathan, seolah-olah, harus tampil sebagai prajutit yang siap sedia membela dan memperjuangkan nasib dan kemajuan tanah air.

Perkembangan dan sambutan yang meriah dari pemuda-pemudi Muhammadiyah, memberikan momentum untuk mendirikan wadah khusus Muhammadiyah bagian pemuda. Wadah khusus ini untuk memberikan akomodasi bagi minat besar para pemuda, terutama yang tidak memiliki ketertarikan dan keterlibatan dalam Hizbul Wathan untuk dididik dan terlibat dalam kegiatan persyarikatan Muhammadiyah. Ketertarikan dan fokus Kiai Dahlan terhadap para pemuda telah ditunjukkan dengan didirikannya Siswa Proyo Priyo (SPP). Melalui SPP inilah Kiai Dahlan mendidik dan menyiapkan para pemuda untuk menjadi pelangsung estafet kepemimpinan di Muhammadiyah. Puncaknya, pada 2 Mei 1932, didirikan Pemuda Muhammadiyah sebagai

Baca Juga :   Hari Jadi Ke 344 Bojonegoro : Kemiskinan Ekstrem dan Pendapatan Ekstrem Pejabat Daerah

Organisasi Otonom Muhammadiyah

Latar belakang sejarah itu menu jukkan arti penting bahwa Pemuda Muhammadiyah lahir sebagai wadah untuk mendidik para pemuda untuk menyambut satu tahapan dalam kinerja maraton kepemimpinan. Selain itu, kelahiran Muhammadiyah lekat dengan semangat dan cinta tanah air. Pemuda Muhammadiyah mengemban cita-cita dan amanat untuk senantiasa terlibat dalam kemajuan dan kejayaan tanah air. Pemuda Muhammadiyah adalah wadah bagi pendidikan para pemuda untuk memberikan kontribusi dan amal terbaik bagi nasib tanah air Indonesia tercinta.

Ruang Lingkup

Arah gerak Pemuda Muhammadiyah dipandu oleh empat bidang penting. Pertama, Pemuda Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar. Konsep dakwah ini menegaskan bahwa orientasi utama gerak Pemuda Muhammadiyah adalah dakwah kepada kebaikan. John Esposito (2004) menerangkan bahwa kata makruf bermakna kebajikan dengan esensinya berlaku dalam lingkup kehidupan sosial. Makruf adalah bentuk kebajikan yang dilakukan secara terang benderang, sedangkan lawannya mungkar merujuk kepada sesuatu peebuatan yang dibenci atau rendah. Perbuatan mungkar akan menjadikan kedudukan seseorang rendah, terlebih jika dilakukan secara terang-terangan. Pendekatan ini menjelaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah sewajarnya terlibat dalam proyek-usaha-kerja untuk terciptanya kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Pemuda Muhammadiyah tidaklah selayaknya memunggungi atas setiap inisiasi kebajikan-kebajikan yang berguna bagi kehidupan bersama.

Kedua, Pemuda Muhammadiyah adalah gerak keilmuan. Ibnu Khaldun dalam karya babon Muqaddimah, mewanti-wanti bahwa ilmu adalah prasyarat sebuah individu dan komunitas diberi predikat hidup. Individu dan komunitas tanpa adanya aktivitas dan gerakan keilmuan, hakikatnya telah mati. Tanpa ada gerakan keilmuan sejatinya, tanpa ada daya gerak, semangat hidup, dan energi pendorong. Gerakan keilmuan bukanlah pilihan, melainkan hal yang seharusnya ada dan senantiasa harus digelorakan.

Apa yang dilakukan oleh Keluarga Medici di Florence Italia layak dijadikan contoh. Kebangunan kembali Eropa hingga menjadi pesohor di Era Modern ini, tidak lepas dari adanya Medici Effect. Frans Johansson dalam karyanya Inovasi Titik Temu (2007) menceritakan upaya Kelaurha Medici untuk menciptakan epistem keilmuan dengan memberikan ruang bagi bertemunya para pakar, ahli, dan ilmuwan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan seni. Bertemuanya kepakaran yang berbeda-beda dalam satu tempat menjadi melting pot bagi lahirnya pikiran, inovasi, ide, dan gagasan yang melimpah dan multidimensional. Sebagai gerakan keilmuan, Pemuda Muhammadiyah, hendaknya menjadi melting pot kader oemuda dengan banyak keahlian, kepakaran, kemampuan, dan keunggulan.

Baca Juga :   Catatan Akhir Tahun 2022 Jadikan Cermin di Tahun 2023

Ketiga, Pemuda Muhammadiyah adalah gerakan sosial kemasyarakatan. Dasar ini memberikan pijakan bahwa Pemuda Muhammadiyah merupakan bagian dari masyarakat yang majemuk. Maka selayaknya Pemuda Muhammadiyah menjadi kekuatan yang mampu menjalin kerja sama, sinergi, dan merekatkan kohesivitas antarelemen anak bangsa di dalam masyarakat, bangsa, dan negara. Pemuda Muhammadiyah harus senantiasa siap sedia untuk mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik, adil, dan bermartabat. Semboyan gerakan bebrunyi fastabiqul khairat, sejatinya adalah semangat untuk berlomba-lomba dan berbuat terbaik bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Keempat adalah gerakan kewirausahaan. Kewirausahaan menadakan bahwa Pemuda Muhammadiyah menginginkan jiwa-jiwa kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, dan inovasi menjadi semangat dan ruh gerakan. Kewirausahaan menjadi ruh gerakan dalam mengembangkan ekonomi dan taraf kehidupan yang lebih layak. Bentuk-bentuk kewirausahaan dengan menggali potensi ekonomi yang menjanjikan, juga kewirausahaan sosial dalam pemberdayaaan umat sudah seharusnya menyita perhatian dan pikiran Pemuda Muhammadiyah.

Selamat Milad ke-92 Pemuda Muhammadiyah dan selamat berkhidmat Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro periode 2023-2027.

Penulis adalah Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro tahun 2023-2027

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *