SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sebanyak 417 desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah mencairkan alokasi dana desa (ADD) tahun 2024 sebesar Rp 438,7 miliar. Namun, masih ada dua desa belum mengajukan proposal pencairan ADD tahap satu.
“Desa Talok Kecamatan Kalitidu dan Desa Kacangan Kecamatan Malo belum mengajukan proposal pencairan ADD tahap satu,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro, Machmuddin.
Dia menjelaskan, pengajuan ADD harus mendapatkan verifikasi dari kecamatan terlebih dahulu, baru diajukan ke Kabupaten Bojonegoro. Setelah diajukan ke kabupaten dan dilakukan dikoreksi ulang, pencairan ADD akan diproses.
“Pencairan ADD dibagi menjadi tiga tahap. Tahap satu 50 persen dimulai Januari, 25 persen pada Agustus untuk tahap dua, dan 25 persen pencairan tahap terakhir pada Nopember,” katanya, Selasa (21/5/2024).
Camat Malo, Andriyanto mengatakan, Desa Kacangan belum mengajukan proposal pencairan ADD tahap satu.
“Saat ini masih proses administrasi di desa dan belum mengajukan ke Kecamatan Malo,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Talok, Kecamatan Kalitidu Samudi saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui sambungan telepon, belum memberikan jawaban terkait alasan belum mengajukan proposal ADD tahap satu.(jk)




