SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Blora – Sebanyak 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengajukan izin cerai ke Pemerintah Kabupaten Bora, Jawa Tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Jumlah ajuan ini tercatat sejak awal tahun 2024 hingga bulan ini.
Untuk mencegah kenaikan jumlah perceraian pada para ASN, BKD Blora mulai mencoba cara dengan melakukan imbauan kepada pegawai agar memasang foto keluarga di meja kerja kantor.
Kepala BKD Blora, Heru Eko Wiyono mengatakan, terdapat sejumlah faktor penyebab keretakan rumah tangga di kalangan ASN, yakni ketidak-cocokan, perselingkuhan, dan persoalan perekonomian.
Dari beragam alasan atau faktor penyebab itu, faktor selingkuh dan ketimpangan perekonomian menjadi permasalahan yang paling dominan. Ketimpangan dimaksud berasal dari status pekerjaan yang diperoleh.
Sedangkan dari asal kedinasan, jumlah ajuan cerai paling tinggi berasal para ASN yang berdinas sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Yang prihatin itu pas di tengah jalan, salah satu diangkat menjadi ASN lalu ada ketimpangan disitu. Ada keluhan seperti itu,’’ katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/05/2024).
Dijelaskan, dalam menghadapi aduan persoalan rumah tangga pegawai ini, pihaknya juga selalu mencoba untuk mendamaikan atau memfasilitasi mediasi bagi kedua belah pihak supaya mengurungkan niat cerai.
“Setelah mediasi lalu kami sidang internal, hasilnya kemudian kami serahkan kepada Bupati apakah diizinkan untuk cerai atau tidak,’’ jelasnya.
“Kami sudah coba sosialisasikan ke dinas terkait sampai ke korwil-korwilnya.
Karena kami harap tak ada tambahan yang seperti ini. Sebab di 2023 lalu sudah ada 29 kasus cerai yang diizinkan,’’ lanjut Heru.
Untuk itu, dia kemudian mengimbau kepada para ASN agar memasang foto keluarga di meja kerja kantor masing-masing. Tujuannya agar mereka selalu ingat keluarga di rumah yang sedang diperjuangkan.
“Kami coba untuk pasang foto keluarga. Saya sendiri saja pasang foto keluarga di komputer kerja. Selanjutnya juga imbau ke para ASN khususnya di BKD untuk pasang foto keluarga di meja masing-masing,’’ tandasnya.(fin)





