SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Musim kemarau berdampak luas ke warga dan lahan pertanian. Selain dilanda krisis air bersih, 148 embung di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengering.
Kabid Air Baku dan Irigasi Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati mengatakan, total embung di Bojonegoro ada 450 embung yang telah diinventarisasi atau didata untuk mengetahui kondisi embung.
“Tercatat ada 148 embung yang kering di musim kemarau tahun ini,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (23/7/2024).
Dia mengatakan, iventarisasi embung ini untuk mendapatkan data akurat kondisi embung yang tersebar di Bojonegoro. Terutama saat musim kemarau tiba.
“Embung yang dimiliki desa juga dicek untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau, yaitu embung-embung yang masih terisi air walaupun di musim kemarau,” katanya.
Embung yang kondisinya sudah dangkal juga akan dinormalisasi. Sehingga daya tampung embung dapat maksimal, yaitu air yang tertampung di dalam embung volumenya lebih banyak.
“Karena embung sangat penting untuk mengairi lahan pertanian,” ujarnya.
Apabila sejumlah embung kering, pasti akan berpotensi mengganggu pasokan air untuk pertanian. Apalagi saat ini sedang musim kemarau, dan beberapa warga menanam kacang, kedelai atau palawija.
“Tanaman palawija ini hanya membutuhkan sedikit air. Sehingga, penanamannya akan tetap optimal meski di kondisi kemarau,” imbuhnya.(jk)




