Suhu Dingin di Bojonegoro Pernah Capai 17,6 Derajat Celsius

Suhu Dingin di Bojonegoro Pernah Capai 17,6 Derajat Celsius.
ILUSTRASI : Suhu Dingin di Bojonegoro Pernah Capai 17,6 Derajat Celsius.(BMKG)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Suhu udara di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih terasa dingin di puncak musim kemarau tahun ini. Tercacat dari tanggal 1 sampai 20 Agustus 2024 suhu terdingin mencapai 17,6 derajat celsius.

Ketua Kelompok Kerja (Kapokja) Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban, Zem Irianto mengatakan, suhu dingin yang terjadi di musim kemarau ini merupakan hal wajar dan terjadi setiap tahun.

“Terutama saat puncak musim kemarau di Agustus ini, khususnya terjadi pada malam hari,” katanya, Selasa (20/8/2024).

Dia mengatakan, suhu terdingin juga sempat terjadi di Bojonegoro, yang tercacat dari tanggal 1 – 20 Agustus 2024 adalah 17,6 derajat celcius pada tanggal 11 Agustus 2024. Suhu udara dingin disebabkan oleh angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia memiliki suhu permukaan laut yang relatif lebih rendah (dingin).

Angin Monsun Australia ini, kata dia, bersifat kering dan sedikit membawa uap air, apalagi pada malam hari di saat suhu mencapai titik minimumnya.

Baca Juga :   Petugas Gabungan Tutup Lubang Sumur Minyak yang Terbakar

“Sehingga, menyebabkan suhu udara di beberapa wilayah di Indonesia terutama wilayah bagian selatan Khatulistiwa yakni Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terasa lebih dingin,” katanya kepada Suarabanyuurip.com.

Selain itu, angin Monsun Australia juga disebabkan oleh faktor posisi geografis, kondisi topografis, ketinggian wilayah, dan kelembaban udara yang relatif kering.

“Suhu dingin di Jawa Timur pada puncak kemarau ini diprediksi berlangsung hingga bulan September mendatang,” ujarnya.

Salah satu pedagang Pasar Tradisional Sumberrejo, Supiah mengatakan, suhu udara pada pukul 04.30 berbeda dari biasanya, yakni terasa sangat dingin.

“Mulai Agustus ini suhu udara mulai terasa sangat dingin dan membuat menggigil. Sehingga saya saat membeli bahan dagangan harus memakai jaket tebal dan memelankan laju kendaraan agar tidak kedinginan,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *