Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Bojonegoro Belum Cukupi Kebutuhan 2025

Para petani sekitar ladang gas JTB sedang bersiap untuk menanam padi.
Para petani sekitar ladang gas JTB sedang bersiap untuk menanam padi.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum mencukupi untuk kebutuhan pertanian pada 2025. Sebab masih kurang dari kebutuhan yang tercatat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengatakan, dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK), kebutuhan pupuk bersubsidi Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 196.787 ton. Namun kuota yang diberikan oleh pemerintah hanya 116.072 ton.

“(sehingga) Alokasi (pupuk bersubsidi) yang kami dapat dari pemerintah pusat tidak mencukupi untuk kebutuhan yang tercatat,” kata Helmy Elisabeth kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (04/01/2025).

Dijelaskan, ada tiga jenis pupuk bersubsidi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat kepada Kabupaten Bojonegoro. Yaitu pupuk Urea, NPK, dan pupuk organik. Rinciannya, untuk jenis pupuk Urea, kebutuhannya sebanyak 65.661 ton, NPK 72.644 ton, dan pupuk organik 58.482 ton.

Sementara, alokasi masing-masing jenis pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Bojonegoro yakni, pupuk Urea alokasinya sebanyak 55.893 ton, NPK 42.141 ton, dan pupuk organik 18.083 ton.

Baca Juga :   Kondisi Sosial Ekonomi Gayam Saling Sinergi

Secara persentase, alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis Urea hanya 85,12 persen, lalu pupuk NPK sebanyak 58,01 persen, dan untuk pupuk organik sebesar 30,84 persen.

“Sedangkan secara tonase selisihnya kurang 80.715 ton dari total kebutuhan sebesar 312.859 ton,” jelas Helmy.

Di lain sisi, ihwal kebutuhan bibit padi dan periode tanam, Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) DKPP Kabupaten Bojonegoro, Imam Nurhamid menuturkan, rata-rata petani melakukan dua kali tanam.

Jika mengacu data per September 2024, lahan tanaman padi se Bojonegoro seluas 160.042 hektare (ha). Kebutuhan bibit padi dalam satu musim tanam sebanyak 25 kilogram per hektare. Dengan begitu maka, jumlah keseluruhan kebutuhan bibit padi dalam dua kali tanam sekira 4.001.050 kilogram (kg).

“Dari perhitungan ini, kebutuhan bibit padi dalam dua kali tanam diperkirakan mencapai 4 juta kg lebih,” bebernya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait